BREAKINGNEWS.CO.ID-Puluhan ribu jamaah haji Indonesia masih berada di Tanah Suci, khususnya Madinah. Mereka adalah rombongan jamaah haji dari gelombang kedua yang setelah menunaikan ibadah hajinya kini menunggu proses kepulangan ke Tanah Air, yang dilakukan secara bertahap hingga 25 September mendatang. Di Madinah, jamaah tentunya menjalani shalat Arba'in di Masjid Nabawi. Di sini pula jamaah berharap dapat berziarah ke Raudhah.

"Ibu harap bersabar, jika Allah izinkan semua dapat shalat dan doa di dalam Raudhah. Jangan lari atau saling dorong! Hindari berdesak-desakan! Utamakan keselamatan karena keluarga tercinta menunggu di rumah. Berharap Ibu-ibu pulang dengan sehat dan selamat!”

Kata-kata ini mungkin tidak asing bagi jamaah haji Indonesia, terutama jemaah perempuan, yang pernah datang ke Masjid Nabawi dan berziarah ke Raudhah.

Adalah Siti Isnaini atau biasa dipanggil Iis, PPIH Arab Saudi dari unsur tenaga musiman (temus) yang bertugas mengamankan jamaah haji perempuan yang hendak ziarah ke Raudhah.

Temus asal Sampang Madura ini, menjadi petugas haji di Madinah sejak 2013. Sejak itu, setiap tahun ia lolos seleksi petugas haji dari Kantor Urusan Haji (KUH) Jeddah.  Tahun 2013 ia bertugas di Bir Ali, namun sejak 2014 hingga sekarang ia dipercaya ditempatkan di Sektor Khusus Masjid Nabawi, Madinah.

Iis mengaku bangga menjadi pembimbing jamaah haji Indonesia karena jamaah Indonesia terkenal tertib dan sopan sehingga petugas haji Arab Saudi pun merasa bangga dengan jamaah Indonesia. Sebagai peziarah Raudhah, jamaah Indonesia paling banyak. Mereka sudah diatur sedemikian rupa agar jamaah bisa tertib. Namun, pada kenyataanya dari negara lain tidak bisa tertib seperti Indonesia.

Iis saat sedang memandu jemaah di Raudhah

Saat giliran Indonesia ziarah, jamaah dari negara lain yang berpostur tubuh besar seperti Bangladesh, Afganistan, India, bahkan dari Arab sendiri terkadang memaksa untuk masuk. Mereka sering tidak peduli dengan jamaah lain yang mengantre. Maka, saat-saat itulah nyawa menjadi taruhannya.

“Banyak jamaah Indonesia yang baru pertama kali datang ke Masjid Nabawi. Mereka tidak tahu Raudhah itu apa, bagaimana ciri-cirinya. Dari situ, saya membimbing dan mengarahkan agar jamaah menjadi paham,” ujar Iis.

Selain itu, Iis pun mengarahkan agar jamaah lebih tenang, tertib, khusuk, dan khidmat dalam beribadah. “Tujuan berkunjung ke Raudhah adalah menambah keimanan jamaah, artinya harus punya adab dalam berziarah. Oleh karena itu saya tak henti-henti mengingatkan jamaah,” lanjutnya.

Sebagai anggota Sektor Khusus, Iis pun memiliki tugas lain seperti mengantar jamaah yang tersesat hingga sampai di hotel atau mengumpulkan “barcer” (barang tercecer), yaitu mengamankan barang yang tertinggal di masjid atau saat mengantre di Raudhah.

Harapan Iis hanya satu, yaitu jamaah dapat menjalankan ibadah dengan tertib dan kembali ke Tanah Air menjadi haji yang mabrur.