JAKARTA - Petugas Ditreskrimum Polda Metro Jaya meringkus AM (20), pelaku pembunuhan sadis yang menusukan gunting tajam ke leher korbannya di kawasan Perumahan Poin Mas Blok  A2 No 5  RT  01/11 Kel. Rangkapan Jaya, Pancoran Mas Kota Depok. AM ditangkap di Perkebunan Kampung Bojong, Desa Sukamulih, Kec. Sukajaya, Kabupaten Bogor pada Minggu dinihari (7/1/2018).

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Kaya Kombes Pol Nico Afinta didampingi Kapolres Depok Kombes Didik Sugiarto dan Kasubdit Jatanras AKBP Stefanus mengatakan, kasus pembunuhan sadis tersebut terjadi pada pada Senin tanggal 11 Desember 2017 sekitar jam 05.00 WIB. Korbannya seorang arsitek bernama Ferry Firman Hadi (50),  kenalan orang tua pelaku.

Pada 10 Desember 2017, sekitar pukul 19.00 Wib, pelaku AM bersama saksi HK mendatangi rumah korban (lokasi tempat kejadian perkara) menggunakan angkot. Kepada Ferry, AM menceritakan bahwa keluarganya sedang membutuhkan uang untuk membayar tunggakan kontrakan yang belum dibayar. Kepada korban, AM menyebut akan diusir oleh pemilik kontrakan. 

“Pelaku meminta sejumlah uang kepada korban untuk menutupi biaya kontrakan yang ditinggali pelaku dan keluarga. Akan tetapi  korban menyuruh agar pelaku dan keluarganya tinggal di rumahnya,” ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Nico Afinta kepada wartawan, Minggu sore di Polda Metro Jaya.

Karena tak dapat uang yang dibutuhkan, sekitar pukul 22.30 Wib pelaku lali mengantar saksi HK kembali ke kontrakan menggunakan motor milik korban.

"Usai mengantar HK, sekitar pukul 23.00 Wib pelaku kembali ke rumah korban untuk memijit korban,” jelas Nico.

Keduanya kalinya AM minta bantuan uang kontrakan pada korban untuk bayar kontrakan ibunya. Lagi-lagi, permintaan AM ditolak. Ferry menawarkan agar keluarga korban tinggal sementara di rumahnya. "Sekitar pukul 03.00 Wib pada 11 Desember 2017 pelaku selesai mijit dan tidur di rumah korban," terang Nico.

Nico melanjutkan, sekitar pukul 05.00 Wib korban dan pelaku bangun tidur dan bersama-sama melaksanakan shalat subuh berjamaah. Usai shalat subuh, AM kembali melontarkan permintaan pinjaman untuk uang kontrakan rumahnya.

“Permintaan pelaku dijawab korban bahwa pelaku hanya bisanya meminta-minta uang saja. Pelaku merasa tersinggung, dan pada saat posisi korban tiduran tertelungkup (masih posisi dipijit) usai shalat,  pelaku keluar kamar dan mengambil gunting dan menusukkannya ke leher korban. Karena masih ada perlawanan korban memukulkan kursi ke kepala korban,” ujar Nico.

Dalam posisi bersimbah darah dan dipastikan tak berkutik lagi, pelaku meninggalkan korban kembali ke kontrakan rumahnya. 

Jasad korban ditemukan warga sekitar yang kemudian melaporkan kejadian tersebut ke polisi setempat dan langsung melakukan olah TKP. Setelah melakukan pemeriksaan didapat informasi bahwa korban terakhir kali bertemu dengan pelaku AM.

Setelah hampir sebulan, AM akhirnya dapat diringkus polisi berikut barang bukti gunting yang digunakan pelaku untuk menghabisi nyawa korban. Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal 338 KUHP tentang pembunuahan tanpa berencana, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.