BREAKINGNEWS.CO.ID - Bertujuan untuk menekan tingkat konflik dengan negara tetangga, India, pemerintah Pakistan berjanji akan membekukan aset serta uang kelompok-kelompok militan yang bergerak di wilayah Kashmir.

Langkah tersebut dilakukan setelah beberapa waktu lalu kelompok bersenjata yang berbasis di Pakistan, Jaish-e-Mohammed (JeM), mengaku memikul tanggung jawab atas bom bunuh diri pada 14 Februari 2019 lalu di Pulwama, Kashmir bagian India. Kejadian itu menewaskan 40 pasukan paramiliter India. Menurut Kementerian Luar Negeri Pakistan, mereka hanya mencoba mematuhi perintah pembekuan dan penyitaan yang disyaratkan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB).

Amerika Serikat dan DK PBB memproklamirkan JeM, yang dibentuk hampir dua dekade lalu dan bangkit kembali akhir-akhir ini, sebagai organisasi teroris pada 2001. Dewan keamanan PBB memiliki hak untuk memutuskan suatu tindakan untuk memelihara perdamaian dan keamanan internasional.

Serangan pada Februari 2019 lalu telah memicu tindakan balasan oleh India. Pada pekan lalu mereka menyerang sebuah kamp JeM di dekat Kashmir bagian Pakistan. Hal itu membuat Pakistan membalas dengan menjatuhkan bom di Kashmir bagian India.

Jet tempur kedua negara kemudian bertemu di udara dan terlibat pertempuran. Satu pesawat tempur dari masing-masing negara jatuh. Pilot jet tempur India yang jatuh, Abhinandan Varthaman, sempat ditangkap. Akan tetapi, Pakistan lantas mengembalikannya ke India pada Jumat (28/2/2019) pekan lalu melalui perbatasan Wagah, Lahore, sebagai bentuk niat baik menekan skala konflik.

Warga sipil yang tinggal di wilayah dekat Garis Kendali (LoC) Kashmir mengungsi guna menghindari pertempuran yang terus terjadi. Akan tetapi, posisi mereka rentan karena masih berada di tengah-tengah konflik. Meskipun hidup bertetangga, relasi antara India dan Pakistan selalu terganjal konflik di Kashmir. Sejak merdeka dari Inggris, Kashmir dibagi dua menjadi wilayah untuk India dan Pakistan. Kedua negara kemudian bertarung untuk memperebutkan keseluruhan wilayah Kashmir.

India dan Pakistan tercatat sudah berperang sebanyak dua kali untuk memperebutkan wilayah Kashmir, yakni pada Perang India-Pakistan pada 1947 dan pada 1999 silam dalam Perang Kargil. Masing-masing juga menyimpan lebih dari seratus hulu ledak nuklir.