BREAKINGNEWS.CO.ID- Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN), Jokowi-Maruf dari Fraksi Golkar, Ace Hasan Syadzily meminta semua pihak secara bersama-sama mengawasi pemilu yang akan dihelat pada 17 April 2019 mendatang. 
 
Hal tersebut dikatakan Ace menanggapi sikap Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang menilai pemilu presiden tahun 2019 berpotensi curang. Satu di antara potensi kecurangan itu ialah hak memilih untuk mereka yang mengalami gangguan kejiwaan atau gila. Jika hal ini terjadi, Prabowo-Sandi akan mundur. 
 
"Kita sama-sama awasi pelaksanaan pemilu ini supaya tidak terjadi kecurangan," ujar Ace kepada BreakingNews.co.id, Senin (14/1/2019).
 
Ace pun meminta kubu Prabowo-Sandi untuk menahan diri dengan tidak menghembuskan isu kecurangan pemilu. Pasalnya, kata Ace, pemilu sedang berjalan. "Jangan dulu bicara kecurangan kalau proses pemilunya sedang berjalan," katanya. 
 
Diketahui, ancaman kubu Prabowo untuk mundur dari Pilpres 2019 disampaikan oleh Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Djoko Santoso
 
Menurut Djoko Santoso, Prabowo akan mengundurkan diri dari Pilpres 2019 bilamana tedapat potensi kecurangan di Pilpres 2019. Awalnya Djoko Santoso menyampaikan soal perjalannya dari Jawa Barat sampai ke Jawa Timur. Namun Djoko Santoso mengaku harus segera kembali karena Prabowo akan menyampaikan pidato kebangsaan pada Senin (14/1/2019).
 
Dalam pidatonya, lanjut Djoko Santoso, Prabowo akan menyampaikan mundur dari kontestasi Pilpres 2019 jika ada potensi kecurangan.
 
"Prabowo Subianto akan menyampaikan pidato kebangsaan. Memang supaya tidak terkejut barangkali, kalau tetap nanti disampaikan Prabowo Subianto, pernyataan terakhir Prabowo Subianto adalah kalau memang potensi kecurangan itu tidak bisa dihindarkan, maka Prabowo Subianto akan mengundurkan diri," kata Djoko Santoso