JAKARTA - Polisi menangkap seorang pria di Bandung berinisial AS (29) yang kerap memposting berita hoax terkait penyerangan terhadap ulama. AS menyebut penyerang ulama itu dilakukan oleh PKI. "Dari berita yang telanjur viral kita lakukan penyelidikan. Ada satu akun atas nama Ugie Khan menyebarluaskan seolah ulama diserang PKI," ujar Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jabar Kombes Samudi di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Bandung, Rabu (28/2/2018).

Samudi menegaskan postingan AS tidak benar. Dari 16 kasus penganiayaan yang diviralkan seolah-olah korbannya adalah ulama, hanya dua kasus yang korbannya benar ulama yakni Komandan Brigade Persis Ustaz Prawoto dan Pimpinan Ponpes Al Hidayah KH Umar Basri, sisanya adalah hoax.

Postingan soal Ustaz Prawoto dan KH Umar Basri juga dibuat tidak benar oleh pelaku. Dalam postingannya, AS mengunggah foto kedua korban dengan keterangan yang menyebut-nyebut penganiaya adalah PKI.

(Foto: Dok. Facebook.com)

Dalam tulisan tentang KH Umar Basri yang diunggahnya pada 27 Januari 2018 contohnya, ia menulis :

"Para Bajingan TENGIK PKI SUDAH MULAI TERANG TERANGAN...!!!
Beliau KH.Umar Basri pengasuh ponpes al-hidayah, dipukul membabi buta saat sedang BERDZIKIR ditempat pengimaman...
Mohon Selalu waspada di setiap daerah karena mereka yang benci ULAMA Sudah berani terang terangan menyerang Ulama....!!!," tulisnya.

Lalu dalam postingan tentang Ustaz Prawoto yang diunggah pada 1 Februari 2018, ia menulis :

"INALILLAHI Ustadz Jadi Korban lagi...!!!!
Ustadz PRAWOTO SANG PENJAGA ULAMA WAFAT DIBUNUH PAKAI LINGGIS...!!!
Kemaren Cicalengka KH. BASRI dipukuli babak belur.!
Sekarang dicigondewah.!
Besok siapa lagi...!!!!
Para Bajingan TENGIK PKI SUDAH MULAI TERANG TERANGAN...!!!
Mohon Selalu waspada di setiap daerah karena mereka yang benci ULAMA Sudah berani terang terangan menyerang Ulama....!!!
#Satukan_kekuatan jaga ulama
#Cigondewah
#Bandung," tulis AS disertai foto korban di Facabooknya.

"Kejadian di Cicalengka dan di Cigondewah ini memang betul korban ulama, namun pelakunya bukan yang disebutkan oleh dia, PKI," tutur Samudi.

Dengan bukti yang didapat penyidik, polisi segera melakukan penangkapan terhadap AS di kediamannya di Cigindewah. Polisi turut mengamankan barang bukti berupa tiga unit ponsel.