BREAKINGNEWS.CO.ID - Melania Trump, istri dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump,  menemui anak imigran yang masih terpisah dari orang tuannya di salah satu tempat penampungan di perbatasan AS dengan Meksiko pada Kamis (28/6/2018).  Juru bicara First Lady AS itu, Stephanie Grisham, menuturkan bahwa Melania akan terus memberikan masukan kepada suaminya, Presiden Donald Trump, yang belakangan dikecam dikarenakan menerapkan kebijakan pemisahan keluarga imigran.

"Dia akan terus memberikan opininya kepada suaminya mengenai menyatukan kembali keluaga," ujar Grisham saat menemani Melania di dalam pesawat, sebagaimana dilansir Reuters.  Perhentian pertama Melania adalah Tucson, di mana dia bertemu dengan para petugas penjaga perbatasan dan berkunjung ke tempat penampungan imigran di salah satu markas militer. Selanjutnya, Melania berkunjung ke Phoenix untuk bertemu dengan 121 anak yang kebanyakan masih terpisah dari keluarganya.

"Hola!" kata Melania saat menyapa salah satu anak berusia lima tahun yang membawa gambar anjing. "Indah sekali. Apakah kamu suka di sini? Sudah bertemu teman baru?" ucapnya menyapa gadis berkuncir kuda tersebut.

Di ruang lain, Melania berbincang dengan sepuluh anak berusia 5-7 tahun yang sedang menjiplak uang koin di atas kertas sambil belajar mengenai mata uang. Di belakang ruang tersebut, terpasang telepon merah yang biasa digunakan anak-anak tersebut untuk menghubungi orang tua mereka.  Anak-anak itu merupakan korban dari kebijakan Trump yang sebelumnya dikecam oleh banyak pihak beberapa bulan terakhir. Di bawah kebijakan tersebut, pihak berwenang dapat mendakwa imigran yang tertangkap menyeberangi perbatasan Meksiko secara ilegal. Sementara orang dewasa di penjara, anak-anak mereka dikirim ke tempat penampungan pemerintah.

Setelah dikecam, Trump meneken surat perintah untuk mengakhiri aturan tersebut. Namun setelah itu, timbul masalah baru karena sudah ada 2.342 anak yang sudah dipisahkan dari orang tuanya selama 5 Mei sampai 9 Juni 2018. Kementerian Dalam Negeri AS pun mulai bergerilya meminta bantuan Kementerian Pertahanan agar bersedia menampung ribuan imigran anak tanpa pendamping. Pada pekan ini, Kemhan AS juga mengaku diminta menyiapkan tempat penampungan bagi 12 ribu imigran di basis-basis militer.