BREAKINGNEWS.CO.ID – Badan SAR Nasional telah resmi menyudahi pencarian terhadap korban jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP dengan kode penerbangan JT 610 pada Sabtu (10/11/2018). Direktur Operasional Pencarian dan Pertolongan Basarnas, Bambang Suryo Aji menyakini kalau timnya sudah mengevakuasi semua korban dari insiden tersebut.

"Evaluasi terakhir, tim pencarian dan pertolongan gabungan sudah tidak menemukan korban. Itu yang menjadi dasar penghentian pencarian," kata Bambang yang dihubungi di Jakarta, Sabtu (10/11).

Bambang mengatakan pencarian terakhir telah dipersempit pada lingkar 250 meter karena di luar area tersebut sudah tidak lagi ditemukan korban maupun pecahan tubuh pesawat. Setelah melakukan pencarian selama 13 hari, tim pencarian dan pertolongan gabungan telah menemukan 196 kantong jenazah.

"Prosedur standar operasional Basarnas adalah pencarian selama tujuh hari, bisa diperpanjang tiga hari. Saat ini sudah perpanjangan tiga hari yang kedua dan sudah tidak lagi ditemukan korban," jelasnya.

Kepala Basarnas Muhammad Syaugi telah menyatakan pencarian korban kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 dihentikan secara terpusat pada Sabtu pukul 13.30 WIB. "Operasi secara terpusat ditutup hari ini. Namun, Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta dan Bandung tetap siaga 24 jam," kata Syaugi dalam jumpa pers di Jakarta International Container Terminal (JICT) 2, Tanjung Priok, Jakarta.

Walaupun operasi SAR terpusat dihentikan, Syaugi menyebut tim dari Kantor SAR Jakarta dan Bandung tetap bersiaga bila ada informasi temuan bagian tubuh korban. Ia juga menyampaikan, Basarnas tetap mendukung upaya Komite Nasional Keselamatan Transportasi dalam mencari black box berisi cockpit voice recorder dengan mengerahkan sepuluh orang penyelam.
Pesawat Lion Air JT 610 dengan rute penerbangan Jakarta-Pangkal Pinang hilang kontak pada Senin 29 Oktober 2018 dan diketahui jatuh di perairan Tanjung Karawang Jawa Barat. Pesawat tersebut mengangkut 181 penumpang dan 8 awak. Semua penumpang dan awak diduga tewas dalam kecelakaan itu.