BREAKINGNEWS.CO.ID – Gonjang ganjing nilai tukar rupiah sudah mereda. Volatilitas yang terjadi sejak dua bulan terakhir dalam rentang Rp14.900 ke 15.100 sudah menurun. Oleh sebab itu Bank Indonesia yakin, dengan perkembangan yang terjadi dalam satu pekan terakhir, nilai tukar rupiah saat ini sudah stabil dan bergerak sesuai mekanisme pasar, dengan artian sudah menemukan keseimbangan baru di kisaran Rp15.200.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, nilai rupiah sudah stabil saat ini, ketika kurs rupiah bergerak di kisaran Rp15.200 per dolar AS dan itu menjadi petunjuk terhadap adanya kepercayaan pelaku pasar termasuk investor global terhadap kondisi perekonomian domestic."Kondisi nilai tukar tetap stabil, pasokan dan permintaan di pasar berjalan baik, mekanisme pasar bergerak secara baik," kata Perry di Jakarta Jumat (19/10/2018).

Kurs refrensi Jakarta Interbank Spot Dolar AS Rate (Jisdor) yang diumumkan di laman BI, Jumat, menunjukkan rupiah berada di Rp15.221 per dolar AS.

Perry mengatakan kondisi nilai tukar rupiah saat ini menunjukkan kepercayaan pelaku pasar termasuk investor global terhadap kondisi perekonomian domestik. "Perkembangan global dari hari ke hari ada berita baru, wajar kalau pergerakan nilai tukar rupiah merespons," ujar bankir kawakan ini.

Pergerakkan nilai tukar rupiah setelah menembus level Rp15 ribu per dolar AS relatif stabil dengan tingkat volatilitas yang tidak terlalu dalam.

Sementara, kalangan ekonom menyebutkan nilai tukar rupiah yang sudah berada di kisaran Rp15.000-an per dolar AS merupakan titik keseimbangan (ekuilibrium) baru yang mencerminkan kondisi fundamental perekonomian Indonesia.

Ekonom Agustinus Prasetyantoko meyakini rupiah akan sulit kembali menguat dari level saat ini mengingat ketidakpastian ekonomi global diperkirakan masih akan berlanjut yang  menyebabkan pengetatan likuiditas global. "Dengan pasokan dan likuiditas yang terbatas, kita tidak akan kembali ke Rp13.000 atau Rp14.000. Rp15.000 inilah titik keseimbangan baru buat rupiah kita," ujar Agustinus.

Secara terpisah Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Sulaiman Arif Arianto mengatakan, guna mengurangi dampak ketidakpastian ekonomi global di sisa tahun, perbankan memprediksi Bank Indonesia akan menaikkan suku bunga acuan 7-Day Reverse Repo Rate satu kali lagi tahun ini menjadi enam persen.”Setelah lima kali kenaikan sepanjang tahun. " katanya.