BREAKINGNEWS.CO.ID - Jika kamu berpikir sejenak tentang Jakarta yang pasti ada dipikiran kamu adalah macet dan hanya berisikan gedung-gedung. Namun siapa sangka, Jakarta adalah ibu Kota Indonesia yang saat ini memiliki aktivitas terbesar di Indonesia ternyata mempunyai spot-spot foto bagus, salah satunya adalah Taman Lapangan Banteng.

Meskipun sudah ada sejak zaman Belanda tapi pamor Taman Lapangan Banteng tidak kalah menarik dari taman taman muda yang baru yang lebih segar dan lebih cantik. Sejak direvitalisasi pada awal Maret 2017 yang lalu Lapangan Banteng yang berada di kawasan Gambir, Jakarta Pusat ini menjadi alternatif bagi warga untuk menikmati ruang terbuka.

Taman ini rencananya akan diresmikan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno pada akhir April 2018 lalu, namun hingga saat ini belum juga terwujud. Padahal sampai saat ini revitalisasi taman Lapangan Banteng sudah mencapai progres 98 persen.

Revitalisasi Lapangan Banteng dilakukan ke dalam tiga zona. Pertama adalah zona satu yang meliputi Monumen Pembebasan Irian Barat. Zona dua, yakni tempat olahraga. Sedangkan, zona tiga yakni zona taman.

Selain tersedianya beberapa lapangan dan spot cantik untuk berfoto menjadi alasan warga datang ke taman ini. Taman Lapangan Banteng taman ini terdapat lapangan bola, jogging track, lapangan volley, lapangan basket dan juga lahan yang dipakai untuk bermain badminton.

Apalagi tersediannya beberapa lapangan dan spot cantik membuat destinasi ini jadi favorit warga Jakarta. Banyak yang datang untuk berolahraga, berkumpul, bersantai hingga swafoto. Desain Taman Lapangan Banteng yang indah menjadi daya tarik tersendiri bagi anak muda untuk dijadikan tempat foto.

Waktu terbaik menikmati waktu di Taman Lapangan Banteng adalah sore hari, saat senja begitu memesona. Jika Anda datang saat malam hari, Anda bisa befoto dengan pemandangan indah disore hari.

Taman Lapangan Banteng.



Berdasarkan sejarah Lapangan Banteng ini sudah berganti nama beberapa kali, pada zaman Belanda (1632) bernama Paviljoensveld atau Lapangan Paviljoen sesuai nama pemiliknya kemudian berubah menjadi nama Waterlooplein atau lapangan Waterloo dan karena ada tugu singa maka kadang disebut Lapangan Singa.

Tugu Singa merupakan peringatan kemenangan pertempuran di Waterloo yaitu pertempuran pasukan gabungan Inggris-Belanda-Jerman melawan Napoleon. Namun tugu ini dirobohkan saat Indonesia diduduki Jepang.


Setelah Indonesia merdeka, nama Lapangan Singa diganti dengan sebutan Lapangan Banteng. Selain pertimbangan nasionalisme, nama Lapangan Banteng dipakai juga dengan pertimbangan bahwa di kawasan ini dahulu banyak dijumpai satwa liar, seperti macan, kijang, dan banteng.