BREAKINGNEWS.CO.ID - Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan  resmi mengganti posisi Direktur Utama PT Jakarta Propertindo Satya dari Heragandhi  kepada Dwi Wahyu Daryoto, mantan Direktur Manajemen Aset PT Pertamina Persero.

Keputusan tersebut mengejutkan berbagai pihak karena Satya dihentikan saat menangani beberapa proyek berhubungan dengan Asian Games 2018 yang akan berlangsung  beberapa pekan lagi, di mana posisi Satya dianggap penting hingga proyek bisa beroperasional.

Menanggapi hal itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menegaskan, meskipun sudah tidak menjabat sebagat orang nomor satu di Jakpro, nantinya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tetap akan memberikan posisi khusus terhadapnya. Tentunya posisi itu masih berkaitan dengan membidangi proyek LRT khusus Jakarta.

“Pak Satya nanti konsentrasi di LRT Jakarta. Bukan di Jakpronya tapi di PT LRT jadi fokus. Jadi bukan dicopot. Pak Satya nanti akan bertugas di PT LRT Jakarta. Karena Jakpro itu kan holding-nya. Nanti Pak Satya di PT LRT. Jadi bukan Pak Satya hilang. Nggak, justru Pak Satya yang sudah menguasai soal LRT kita ingin Pak Satya fokus di LRT Jakarta,” terang Anies di Jakarta, Rabu (11/7/2018).

Secara tegas, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI berencana akan memberikan posisi pada Satya di LRT Jakarta. Artinya, Satya bukanlah dicopot dari jabatannya melainkan hanya dipindahkan pada bidang khusus LRT karena selama ini Jakpro membidangi berbagai macam hal sementara saat ini Anies ingin LRT memiliki tupoksi tersendiri.  “Dicopot itu kan kesannya kinerja, jangan. Ini tour of duty. Karena kalau dicopot itu kesannya seperti diberhentikan. Ini tour of duty, kita sangat membutuhkan Pak Satya untuk LRT. Karena itu beliau difokuskan di LRT,” tegas Anies.

Ia menambahkan, PT Jakarta Propertindo yang sebelumnya banyak membidangi proyek di Jakarta nantinya akan lebih fokus pada penataan aset yang mana berdasarkan koreksi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) masih banyak aset di Jakarta belum tercatat dengan rapih dan baik. Dengan adanya Direktur Utama PT Jakpro baru, nanti diharapkan penataan aset dan pengelolaan aset bisa lebih baik.

“Jadi salah satu keinginan kita terutama adalah soal penataan aset. Jakarta ini PR terbesar dari BPK kemarin adalah pengelolaan aset. Nah sekarang kita alhamdulillah mendapatkan seorang dirut yang punya pengalaman di bidang pengelolaan aset yang baik,” imbuh dia.