BREAKINGNEWS.CO.ID - Khaled Mustafa Hasan (33) pelaku penganiyaan terhadap istrinya, Novawaty (48) di salah satu unit Apartemen Kalibata City, Selasa (28/8/2018) dinihari akhirnya berhasil ditangkap polisi. Khaled kerap dihantui prasangka buruk jika istrinya suka main serong dengan pria lain sejak menikahi perempuan asal Indonesia itu. 

Tuduhan kaum perempuan di Indonesia memiliki hobi berselingkuh menjadi pemicu terjadi kasus pembunuhan itu. "Teman-temannya bilang orang Indonesia katanya kecenderungan suka selingkuh. Dia dihantui terus pikirannya," kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Indra Jafar menyampaikan, jika Khaled, Jumat (31/8/2018).

Akibat informasi inilah, kata Indra, Khaled memandang istrinya sebagai perempuan murahan. Padahal, sejatinya isu perselingkuhan tersebut tak pernah terjadi di dalam rumah tangganya. 

"Dengar informasi itu dia (Khaled) selalu mencurigai istrinya. Padahal istrinya enggak ada buktinya juga setelah dibuka hasil handphonenya juga," jelas Indra. 

Sejauh poliai masih mendalami soal tuduhan perselingkuhan yang memicu Khaled menganiaya istrinya. Tapi dugaan sementara, aksi kekerasan yang menimpa Novawaty karena tak mengetahui soal password wifi yang terpasang di tempat tinggal mereka di apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan. "Itu lagi didalami informasi itu," kata Indra.

Khaled diringkus polisi ang telah menganiaya istrinya di salah satu unit Apartemen Kalibata City, Selasa (28/8) dini hari. Novawaty menemui ajalnya dianiya gagang sapu dan batang kain pel berkali-kali hingga patah. 

Tak puas memukuli istrinya dengan gagang kain pel, Khaled juga berupaya menusuk korban dengan pisau. Tapi penusukan urung dilakukan karena Novawaty memohon kepada suaminya. Aksi penganiayaan korban beberapa hari berulang di meja makan menggunakan pulpen.

Khaled telah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus itu dan kini telah meringkuk di penjara. WN Mesir itu dijerat Pasal 44 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Kekeran Dalam Rumah Tangga (KDRT).