BREAKINGNEWS.CO.ID - Pengakuan mengejutkan keluar dari mulut politikus Partai Bulan Bintang (PBB), La Nyalla Mahmud Mattalitti. Dia mengungkapkan menjadi salah satu orang yang aktif menggembar-gemborkan isu Presiden Jokowi merupakan aktifis dari Partai Komunis Indonesia (PKI). Hal itu ia ucapkan kepada wartawan, Selasa (11/12/2018), di kediaman calon wakil presiden Jokowi, Ma'ruf Amin, di Menteng, Jakarta.

Mantan ketua Umum Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) itu mengaku tak tenang melihat situasi politik menjelang pilpres 2019 ini yang semakin rumit. Berawal dari situlah, muncul keinginannya mengakui perbuatannya itu. Menanggapi hal tersebut, Juru bicara TKN Jokowi-Ma'ruf, Ace Hasan Syadzily mengatakan, pihaknya telah memaafkan Ketua Majelis Pimpinan Wilayah Pemuda Pancasila Jawa Timur itu. Tapi, dengan syarat, La Nyalla membersihkan nama Jokowi yang terdampak isu yang dahulu pernah ia sebarkan.

"Secara moral apa yang dilakukan pak La Nyalla yang telah meminta maaf kepada pak Jokowi, tentu harus dimaafkan. Dan, untuk penebusan kesalahannya, pak Nyalla berjanji akan menyampaikan berita yang dulu dia sebutkan itu tidak benar.," kata Ace di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (12/12/2018).

"Jadi kami tegaskan pak La Nyalla telah berkomitmen untuk mengklarifikasi isu tersebut. Bahkan dia telah masuk ke dalam pihak yang akan menginformasikan itu," ujarnya, menambahkan,

Ace menjelaskan, pihaknya secara tulus telah memberikan maaf kepada La Nyall. Meskipun, La Nyalla bisa saja dituntut pidana menggunakan pasal penyebaran berita bohong atau hoax. La Nyalla bisa dituntut melanggar Pasal 14 Undang Undang Nomor 1 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana. "Pak Jokowi adalah figur yang sangat memaafkan. Jadi, apa yang dilakukan pak Nyalla adalah sidat kesatria," ucapnya.

Lebih lanjut, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI itu menyadari isu PKI, anti Islam, anti non muslim yang melekat pada capresnya akan terus berlanjut hingga mendekati masa pemilu 2019.. Apalagi, kata Ace, baru-baru ini juga ada sosok Habib Bahar bin Smith yang ditetapkan sebagai tersangka karena tersandung kasus ujaran kebencian. "Isu PKI, anti Islam, anti non muslim yang melekat pada pak Jokowi nyata adanya mempengaruhi persepsi publik. Jadi itu bukan isapan jempol. Dan itu memang isu-isu yang sengaja dihembuskan dari pihak lawan. Misalnya, kasus Bahar Smith yang menggunakan sentimen agama benar-benar terjadi," pungkasnya.