BREAKINGNEWS.CO.ID -  Kawasan Tangerang Selatan memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) bidang pendidikan. Sejumlah prasyarat dan sarana daerah yang terletak di provinsi Banten tersebut saat ini sudah dimiliki, tinggal lagi pengembangan dan aturan maupun undang-undang pendukungnya, manakala sektor tersebut nantinya terbuka bagi investasi asing.

“Saya melihat Tangerang Selatan ini potensial jadi KEK bidang pendidikan, itu tak lain karena saya dapat informasi bahwa sejumlah universitas dan politeknik berencana hendak melakukan pengembangan di wilayah ini,”kata Ketua Badan Koordinasi Penamaman Modal (BKPM), Thomas Lembong di Tangerang Selatan, Senin (11/2/2019).

Tom menjelaskan bahwa ketertarikan sejumlah institusi untuk membangun lembaga pendidikan mereka di wilayah yang dipimpin oleh walikota Airin Rachmi Diani ini dimulai ketika  Apple resmi membuka Apple Developer Academy pada 2018 lalu dikawasan Green Office Park BSD City, Tangerang Selatan. Kampus pemprograman Apple itu merupakan kampus pertama di Asia setelah Brasil dan Italia.

Mantan Menteri Perdagangan itu menyebut Apple Developer Academy adalah contoh tren kerja sama di sektor jasa. Ke depan, sektor ekonomi digital, pendidikan vokasi termasuk vokasi digital atau pemprograman juga akan berkembang seiring perkembangan era digital.

Tom menambahkan, penandatangan Kemitraan ekonomi komprehensif atau Comprehensive Economic Partnership Agreement antara Indonesia dan Australia (IA-CEPA) pekan lalu juga akan membuka peluang kerja sama di bidang pendidikan antara kedua negara.

Ia bahkan menyebut universitas di negeri kangguru berminat untuk bisa membuka perwakilan kampus di Tanah Air. "Australia itu destinasi nomor satu untuk mahasiswa kita yang (belajar) ke luar negeri. Jadi sangat natural kalau kalangan yang paling kencang minatnya untuk buka kampus atau buka perwakilan di sini adalah universitas dari Australia," sebutnya.

Namun, Tom mengaku tidak menutup kemungkinan ada minat serupa dari institusi pendidikan negara lainnya. "Ya karena Apple saja buka akademi di sini," imbuhnya menekankan potensi Indonesia yang prospektif.

Peluang investasi di sektor pendidikan, khususnya perguruan tinggi, saat ini tertutup bagi asing. Jika bisa dibuka bagi investasi asing, sektor tersebut dinilai lebih prospektif ketimbang industri manufaktur yang terus mengalami otomatisasi.