BREAKINGNEWS.CO.ID- Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo mendorong Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP), untuk berkoordinasi mencari solusi terkait sulitnya pengadaan kapal cepat untuk memberikan bantuan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah pesisir Provinsi Riau. 
 
Bambang pun mendorong KLHK untuk tetap melakukan koordinasi dengan Satgas Kahutla mengenai kendala-kendala yang dihadapi oleh Satgas Kahutla baik dari sisi sarana dan prasarana. 
 
"Agar dalam pelaksanaan tugasnya dapat tepat waktu dan sesuai dengan yang diharapkan," ujar Bambang kepada wartawan di Jakarta seperti dikutip, Rabu (6/3/2019). 
 
Bambang juga mendorong Satgas Karhutla untuk tetap melaksanakan tugasnya walaupun belum didukung dengan peralatan yang memadai, sehingga resiko karhutla dapat diminimalisir.
 
Diketahui, luas kebakaran karhutla di provinsi Riau mencapai 1.178 hektare. Kebakaran karhutla terjadi di sejumlah wilayah kabupaten.
 
"Data berdasarkan laporan Satgas BPBD Riau tanggal 26 Februari 2019, luas kebakaran di Riau total 1.178,41 hektare," demikian laporan tertulis evaluasi penanganan bencana yang dirilis Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kamis (28/2/2019). 
 
Status siaga darurat penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan sudah ditetapkan mulai 19 Februari-31 Oktober 2019. Penanganan karhutla dilakukan dengan pemadaman darat dan udara. 
 
Di Riau, KLHK menyiagakan 14 regu (210 personel Manggala Agni). Sedangkan pemadaman udara dilakukan dengan mengerahkan 6 pesawat. 
 
Berikut data karhutla per kabupaten di Riau:
 
1. Rokan Hilir (Rohil): 144 hektare
2. Dumai: 65,5 hektare
3. Bengkalis: 837 hektare
4. Meranti: 20,4 hektare
5. Siak: 30 hektare
6. Pekanbaru: 21,51 hektare
7. Kampar: 19 hektare
8. Pelalawan: 3 hektare
9. Indragiri Hilir (Inhil): 38 hektare