JAKARTA - Masyarakat diminta lebih berhati-hati dalam memilih teman yang merupakan Warga Negara Asing. Hal itu, guna mencegah kejahatan skimming kembali terulang menjadi alat kejahatan di negara ini. "Jadi Warga Negara Indonesia yang kenalan sama WNA asing Eropa Timur untuk hati-hati, selektif dalam sahabatan jangan sampai terbawa kegiatan orang asing itu," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Selasa (20/3/2018).

Dikatakan, kalau semua pihak bisa masuk ke Indonesia asal bukan merupakan buronan. Namun, berkaca dari kasus skimming yang dilakukan lima WNA Eropa Timur, polisi akan mengidentifikasi para warga negara asing di Indonesia.  "Semua orang boleh berkunjung ke Indonesia kerja belajar boleh. Tentunya kita harus mengidentifikasi," kata Argo.

Kasus skimming dan hubungan dengan orang asing jadi menyedot perhatian setelah tim unit IV Subdit Resmob Polda Metro Jaya dipimpin  AKP Rovan Richard Mahenu meringkus lima orang yang diduga melakukan skimming. Kelima pelaku ini yakni IRL, LNM, ASC yang merupakan warga negara Rumania.

Dalam kasus itu, dua orang pelaku lainnya adalah FH yang merupakan warga negera Hungaria dan MK yang merupakan warga negara Indonesia. Kelima pelaku ditangkap di lokasi berbeda.

Hanya selang sehari, polisi kembali meringkus satu lagi pelaku skimmingyang masih satu jaringan dengan tiga WNA yang sudah lebih dahulu ditangkap. Dia adalah BKV Warga Negara Asal Bulgaria.