BREAKINGNEWS.CO.ID - Sedikitnya empat personel tentara Amerika Serikat dilaporkan tewas bersama dengan dua belas orang lainnya dikarenakan serangan bom yang diklaim dilakukan oleh kelompok militan Islamic State in Iraq and Syria (ISIS) di Suriah pada Rabu (16/1/2019) waktu setempat.

"Anggota angkatan bersenjata AS tewas akibat sebuah ledakan saat sedang melakukan patroli rutin," demikian pernyataan resmi koalisi penggempur ISIS di Suriah, sebagaimana dikutip Reuters, Kamis (17/1). Kelompok pemantau konflik Syrian Observatory for Human Rights memberikan laporan kalau secara keseluruhan, serangan itu menewaskan 16 orang.

Serangan tersebut terjadi di Manbij, kota yang sebenarnya dikuasai oleh milisi pendukung AS. Insiden ini pun disebut-sebut sebagai serangan paling mematikan terhadap personel militer AS sejak ISIS menunjukkan taringnya pada 2015 lalu. Seorang juru bicara Kementerian Pertahanan AS mengatakan bahwa sebelumnya, paling banyak dua personel militer sekaligus yang tewas dalam serangan-serangan seperti ini.

Insiden ini terjadi satu bulan setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump memutuskan untuk menarik 2.000 personel militer AS dari Suriah karena ISIS sudah kalah di tanah tersebbut. Pengumuman tersebut disebut-sebut sebagai pemicu pengunduran diri Menteri Pertahanan AS, Jim Mattis, yang selama ini menyuarakan kekhawatiran atas perkembangan terorisme di Suriah.

Sekutu AS, Inggris dan Prancis yang juga mengirim pasukan khusus mereka ke Suriah untuk memerangi ISIS juga sangat terkejut. Kedua negara itu mengaku tidak dimintai pendapat terlebih dulu. Pasukan Prancis dan Inggris di Suriah selama ini bergantung dengan pasokan logistik AS. Bahkan etnis Kurdi di Suriah dan dekat perbatasan Turki yang menjadi sekutu AS sangat kecewa dengan keputusan Trump.

Trump disebut sudah memberitahu Komandan AS di Suriah, Letjen. Paul J. LaCamera, dia sengaja memberikan tenggat waktu hingga empat bulan guna memastikan proses pemulangan pasukan tidak terburu-buru. Penarikan secara bertahap itu dilakukan buat melindungi pasukan AS yang masih berada di wilayah rawan konflik di Suriah. Senator dari Partai Republik, Lindsey Graham mengklaim Trump sempat bakal mengevaluasi kembali ide menarik pasukan dari Suriah. Graham menyatakan para petinggi pasukan AS di Irak menyampaikan kepada Trump dalam kunjungan mendadak beberapa waktu lalu, kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) belum sepenuhnya ditaklukkan. Meski begitu, Trump tetap pada pendiriannya.