BREAKINGNEWS.CO.ID – Atlet Indonesia peraih medali emas di Kejuaraan Dunia Atletik U-20, Lalu Muhammad Zohri, ternyata tidak pernah meninggalkan salat meskipun sedang berada jauh dari Tanah Air di Finlandia.

Kebiasaan ini dicermati oleh Duta Besar Indonesia untuk Finlandia, Wiwiek Setyawati Firman. "M. Zohri ini selalu berupaya tepat waktu salat. Tiba-tiba saat kita lagi makan siang barusan, dia pamit salat. Masya Allah," kata Dubes Wiwiek, Jumat (13/7/2018). Walaupun baru mengenal Zohri, Dubes Wiwiek menilainya sebagai anak muda yang santun serta berahlak tinggi. Dia juga tetap rendah hati walaupun meraih juara dunia di Helsinki.

Medali emas yang diperoleh, dia simpan di dalam tas dan enggan mengeluarkannya saat diminta untuk berfoto. Menurut Dubes Wiwiek, tampaknya Zohri merasa sungkan karena rekannya belum berhasil mendapatkan medali."Susah banget diminta foto pakai medali. Medali disimpan dalam tas dia," tutur Dubes Wiwiek. Zohri yang yatim piatu dan tinggal bersama dengan kakak-kakaknya di rumah peninggalan orang tua mereka di Lombok itu dinilai Dubes Wiwiek sangatlah setia kawan. Mantan Wakil Dubes RI untuk Australia itu berharap Zohri terus mempertahankan sifat-sifat positifnya.

"Zohri, tetaplah terus pertahankan kepribadian sederhana, santun dan solehmu. Amin YRA," kata Dubes Wiwiek. Zohri juga berkesempatan bersilaturahmi dengan tim Asosiasi Persahabatan Indonesia-Finlandia di Tampere, Helsinki, Jumat (13/7). Mereka setiap hari menemani dan memberi dukungan kepada para atlet yang berlaga di Kejuaraan Dunia Atletik U-20 di Tampere.

Menurut Dubes Wiwiek, tuduhan bahwa dirinya dan KBRI Helsinki tidak memberikan perhatian terlalu naif bahkan juga cenderung fitnah. "KBRI Helsinki memiliki mekanisme kemasyarakatan yang siap selalu melindungi kepentingan WNI di Tampere," kata Dubes Wiwiek. "Arahan Menlu sangat tegas dan jelas kepada kami bahwa keberpihakan kepada rakyat merupakan prioritas," kata mantan Direktur Hak Asasi Manusia (HAM) Kementerian Luar Negeri RI tersebut.

Rombongan atlet Indonesia, Lalu Muhammad Zohri (baju hitam) saat dijemput pejabat Pensosbud KBRI Rizki Kusumastuti ( tengah) di Bandara Helsinki, Minggu (8/7/2018). (Foto: Dok KBRI Helsinki).

Staf KBRI Helsinki juga menjemput delegasi Indonesia yang terdiri atas Halomoan Edwin Binsar, mengikuti lari 100 meter gawang dan Muhammad Zohri, mengikuti lari 100 meter didampingi dua pelatih Kikin Ruhuddin dan Erwin Renaldo Maspaitella saat tiba di Bandara Helsinki, Finlandia, Minggu (8/7). Karena Zohri tidak menyukai makanan Finlandia yang disediakan panitia Kejuaraan Dunia Atletik U-20, KBRI Helsinki pun menyediakan menu Indonesia dengan selalu menghadirkan nasi beserta lauk pauknya ke lokasi kejuaraan di Tampere, yang berjarak dua jam perjalanan dari Helsinki setiap hari. Sebelum Kejuaraan Dunia Atletik U-20, KBRI Helsinki pun pernah menjamu atlet bulutangkis Indonesia yang bertanding di Finnish Open 2018 April lalu.

Banyaknya atlet Indonesia yang berkiprah di ajang dunia yang dihelat di Finlandia membuat Dubes Wiwiek merasa perlu belajar lagi soal asupan tepat bagi gizi dalam menu atlet. Zohri dan rombongan akhirnya disuguhi menu sederhana. Seperti dendeng gepuk, sambal tomat, semur telur, sayur, tempe mendoan, tahu isi, serundeng daging, serta sayur asem.

Mantan Staf Ahli Menteri Luar Negeri bidang Politik Hukum dan Keamanan tersebut menyadari meski telah berupaya keras masih banyak kekurangan dari pihak KBRI Helsinki. "Kami sadar bahwa kami banyak keterbatasan untuk 7/24 Jam bersama atlet di Tampere yang jaraknya sama dengan Jakarta-Garut. Hanya karena kondisi jalan raya Finlandia yang bagus maka kami bisa ngebut dua jam sampai," kata Dubes Wiwiek.

Zohri, berhasil menjuarai nomor lari 100 meter dengan catatan waktu 10,18 detik pada IAAF World U20 Championship di Tampere, Finlandia, Rabu (11/7). Zohri mengalahkan duo pelari Amerika yaitu Anthony Schwartz (10,22) dan Eric Harrison (10,22). Selain menyabet gelar juara, pelari berusia 18 tahun ini juga menorehkan rekor nasional baru (NU20R) dengan selisih 0,4 mengalahkan rekor yang sebelumnya dipegang oleh pelari Swedia, Henrik Larsson pada babak semi final.

Sebelumnya, Zohri juga telah menjadi juara 100 meter Asian U20 Championships di Gifu, Jepang (8 Juni 2018) dengan waktu 10,27 dan mencatatkan 10,25 pada Jakarta Asian Games Pre-Tournament di Jakarta (11 Februari 2018). International Association of Athletics Federations (IAAF) World U20 Championships yang diselenggarakan di Tampere, Finlandia, pada 10-15 Juli 2018, merupakan kejuaran junior atletik dunia untuk usia di bawah 20 tahun. Kejuaraan Dunia Atletik U-20 itu diikuti 1.462 atlet dari 158 negara.

Zohri yang berulang tahun ke-18 pada 1 Juli lalu, nyaris tidak dapat berangkat ke Finlandia untuk mengikuti Kejuaraan Dunia Atletik U-20 itu. Hal ini lantaran saat aplikasi visa dia masih belum berusia 18 tahun sehingga memerlukan izin orang tua. Padahal kedua orang tua Zohri telah tiada. Untungnya, pelatih berhasil menjadi penjamin dengan surat dari notaris.