BREAKINGNEWS.CO.ID – Sebanyak tiga nelayan asal Indonesia dan Malaysia, dilaporkan kembali diculik oleh kelompok teroris yang berbasis di sekitar kepulauan Filipina bagian selatan, Abu Sayyaf. Bahkan, mereka mengunggah sebuah video yang berisi ancaman kalau ketiganya akan dipancung apabila permintaan tebusan tidak dibayarkan.

Seperti dilansir The Straits Times, Rabu (20/2/2019), ketiga nelayan yang disandera Abu Sayyaf itu terdiri dari dua warga Indonesia, Heri Ardiansyah berusia 19 tahun dan Hariadin berusia 45 tahun, serta satu orang warga Malaysia bernama Jari Abdulla berusia 24 tahun. Video rekaman itu marak beredar di media sosial Facebook.

Ketiganya merupakan nelayan kapal pukat yang berlabuh di Sandakan, Sabah. Daerah tersebut berada sangat dekat dengan kawasan Kepulauan Tawi-tawi di Filipina. Mereka dilaporkan ditawan Abu Sayyaf sejak 5 Desember 2018 lalu.

Rekaman video itu muncul beberapa hari setelah perwakilan Abu Sayyaf menghubungi istri Jari, Nadin Junianti Abdullah. Saat itu penyandera meminta supaya dia mengabarkan kepada otoritas Malaysia untuk segera menghubungi mereka guna mengatur pembayaran tebusan dan pembebasan.

Menurut Nadin, sang penyandera mengancam suaminya akan kesulitan apabila permintaan mereka tidak dipenuhi. Dia juga diminta menghubungi jurnalis Malaysia pada 11 Februari 2019 lalu. Hanya saja Nadin tidak mengungkap berapa jumlah uang tebusan yang diminta. Hingga berita ini dibuat, Kementerian Luar Negeri Indonesia belum memberikan konfirmasi mengenai kejadian tersebut.