BANDUNG - Seni budaya yang ada di zaman sekarang sudah dalam bentuk kekinian karena mengikuti perkembangan era globalisasi yang semakin modern, mungkin yang sering kita dengar dengan istilah kontemporer. Hal ini dikarenakan tergerusnya keberadaan budaya lokal dan seni tradisi yang disebabkan oleh sumber daya manusia, modal, serta manajemen, atau bahkan masyarakat yang tidak mengfungsikan karena faktor gengsi dan prestise.

Memang tidak bisa dimungkiri keaslian sebuah tradisi sedikit demi sedikit akan hilang karena terus tergerus zaman. Untuk itu para pelaku seni (seniman), masyarakat, dan pengambil kebijakan (pemerintah dan pihak terkait) dapat berpikir global, namun bertindak lokal karena masa depan seni tradisi akan bersifat kompetitif.

Usaha untuk tetap menjaga seni budaya bisa dengan revitalisasi, pengembangan, juga pemanfaatan benda budaya sebagai usaha mendayagunakan benda budaya tersebut. Semua itu tidak akan tercapai jika tidak ada wadah untuk melakukannya.

Untuk itu Rumah Kreatif Wajiwa Bandung yang memang fokus pada budaya bisa menjadi salah satu solusinya. Rumah Kreatif Wajiwa merupakan wadah dan juga pusat kreativitas anak yang mencoba kreatif lintas budaya, antara kesenian Randai Minang dengan kesenian Sunda, yang diberi nama 'MinSun' (Minang Sunda).

Kreativitas Seni Lintas Budaya dan Pembentukan Karakter Anak-anak.


Randai lintas budaya ini memang untuk membentuk karakter dan mental anak-anak sebagai pelaku seni kedepannya dan masyarakat umum sebagai penikmat seni. Dampak yang jelas terlihat juga dari sisi sosial, budaya dan ekonomi. Sehingga dapat terciptanya industri kreatif dan kantong-kantong budaya lokal untuk menjadi model pengembangan seni tradisi yang berwibawa global dan berkembang sesuai dengan tuntutan zaman.