BREAKINGNEWS.CO.ID - Persaudaraan alumni (PA) 212 serta berbagai kalangan umat Islam meminta Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menolak Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU P-KS).

PA 212 dalam kesempatan tersebut menyampaikan pesan kepada Ketua Bidang Kepemudaan DPP PKS, Mardani Ali Sera bahwa kejahatan seksual sangat membahayakan masyarakat. Mardani pun menanggapi usulan tersebut dan menegaskan jika partainya menolak secara tegas RUU P-KS tersebut.

“Insya Allah ibu-ibu, PKS secara tegas menolak draf RUU P-KS,” tegas Mardani kepada hadirin dalam pertemuan Dewan Da’wah Islamiyah Pusat Indonesia (DDII) yang mengusung tema 'RUU P-KS: Rancangan Undang-Undang Tanpa Nilai Agama di Keramat Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (9/02/2019).

Mardani yang juga Wakil Ketua Komisi II DPR itu mengungkapkan beberapa alasan menolak RUU P-KS. Menurutnya, RUU tersebut sangat bertentangan sekali dengan Pancasila dan norma-norma agama.

“Kami Partai Islam yang akan selalu memperjuangkan dan mendukung undang-undang yang berlandaskan pada nilai-nilai Pancasila dan sesuai norma-norma agama, jadi kami tegaskan menolak RUU ini,” kata Mardani.

Namun lebih lanjut, dirinya juga mengatakan bahwa PKS lebih mendukung adanya RUU Penghapusan Kejahatan Seksual bukan Penghapusan Kekerasan Seksual, “PKS menganggap saat ini di Indonesia lebih memenuhi kriteria ‘darurat kejahatan seksual’ di masyarakat, sehingga UU anti kejahatan seksual lebih urgent,” terang pria Betawi tersebut

Selain itu, legislator asal Dapil Jakarta Timur tersebut menjelaskan betapa daruratnya kejahatan seksual saat ini, terutama di era informasi dan bebas seperti sekarang. “PKS ingin fokus RUU tidak melebar ke isu-isu di luar kejahatan seksual. Sehingga, fokus hanya pada tindak kejahatan seksual, yaitu pemerkosaan, penyiksaan seksual, penyimpangan perilaku seksual, pelibatan anak dalam tindakan seksual dan inses,” jelasnya.

Untuk itu, Mardani juga berharap semakin banyak partai yang bersama PKS menolak undang-undang yang tidak mencerminkan nilai Pancasila dan agama, maka pihaknya akan lebih leluasa dalam menyerap aspirasi masyarakat bawah yang rentan dengan kejahatan seksual tersebut.

“Ibu-Ibu mohon doakan kami, PKS akan bisa sesuai target menang dengan minimal 12 persen kursi di Parlemen, sehingga kami bisa lebih banyak berbuat untuk membantu serta mengadvokasi aspirasi masyarakat, “ pungkasnya.