BREAKINGNEWS.CO.ID- Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo meminta Komisi VI DPR mendorong Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk memberikan insentif ekspor, guna mendapatkan surplus perdagangan dan mengurangi neraca keseimbangan primer negatif. Hal tersebut diutarakan Bambang menyikapi persoalan terkait merosotnya nilai tukar rupiah terhadap dolar yang tembus hingga Rp 14.398 per dolar AS berdasarkan data Bank Indonesia, Rabu, 11 Juli 2018.
 
Selain itu soal faktor eksternal yang mempengaruhi yaitu perang dagang AS dan Cina yang semakin meningkat, hambatan perdagangan di India dan Uni Eropa, serta kenaikan harga minyak mentah. Bambang juga meminta Komisi VI DPR mendorong Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) untuk melakukan hubungan kerja sama bilateral dan multilateral dengan negara-negara maju serta mengundang para pengusaha untuk dapat menanamkan modalnya di Indonesia, guna meningkatkan investasi
 
Selanjutnya Bambang meminta Komisi XI DPR mendorong Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Bank Indonesia (BI) untuk berkomitmen dalam menjaga stabilitas moneter dan menyiapkan solusi serta langkah-langkah mitigasi agar pergerakan kurs dapat kembali normal serta lebih cermat mengawasi berbagai aspek yang mempengaruhi, mengingat stabilitas nilai tukar menjadi suatu hal yang penting.
 
Saat ini nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah pagi ini kembali menguat. Mengutip Reuters, Rabu (11/7/2018), dolar AS berada di level Rp 14.390.
Angka ini lebih tinggi dibandingkan posisi Senin kemarin di level Rp 14.340. Dolar AS pagi ini mengalami penguatan.

Mata uang Paman Sam bergerak dari level Rp 14.355 kemudian naik ke Rp 14.360. Tak lama berselang, dolar AS naik lagi ke level Rp 14.380 hingga ke level Rp 14.390.
Nilai tukar dolar AS terhadap rupiah belakangan ini bergerak fluktuatif karena berbagai faktor seperti defisit neraca perdagangan bulan lalu dan sentimen kebijakan AS.
 
Sementara itu, membuka perdagangan Rabu (11/7/2018), IHSG turun 38,770 poin (0,66%) ke 5.842,990. Indeks LQ45 juga turun 9,817 poin (1,06%) ke 919,233.
Pada pukul 09.03 waktu JATS, IHSG lanjutkan pelemahan sebanyak 55,574 poin (0,92%) ke 5.826,468. Indeks LQ45 turun 13,962 poin (1,55%) ke 919,347.