BREAKINGNEWS.CO.ID - Perjalanan prestasi olahraga bulutangkis di Tanah Air menjadi bagian yang tak terpisahkan dari insan media, melalui karya-karya dari insan media inilah diharapkan mampu memicu prestasi para atlet Indonesia di berbagai event internasional.

Olah karena itu, Bakti Olahraga Djarum Foundation kembali menggelar ajang bulutangkis dengan tema Kejuaraan Bulutangkis Antar Media (KBAM) 2019, yang bertujuan untuk lebih mendekatkan insan media dengan olahraga bulutangkis.

Event berhadiah total Rp 55 juta ini akan dimulai dengan babak penyisihan di tiga zona yaitu Zona Barat, Timur dan Tengah. Tiga tim terbaik di setiap zona ditambah satu runner up terbaik berhak melaju ke putaran final di GOR Djarum Kudus pada 16-17 Oktober mendatang.

Babak penyisihan Zona Barat di GOR Tanah Abang Jakarta, pada 25-27 September akan diikuti 32 media dari Sumatera, DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat. Dilanjutkan dengan penyisihan Zona Timur di GOR Sudirman, Surabaya pada 2-3 Oktober yang diikuti 26 tim. Dan terakhir penyisihan Zona Tengah di GOR Djarum, Magelang, pada 9-10 Oktober diikuti 14 media.

Mantan pebulutangkis nasional, Ivana Lie selaku perwakilan Bakti Olahraga Djarum Foundation menyatakan media merupakan mitra penting bagi perkembangan dan kemajuan bulutangkis Indonesia.

"Spirit dari kejuaraan ini sejalan dengan visi dan misi Bakti Olahraga Djarum Foundation untuk berperan aktif membantu agar Indonesia berjaya di berbagai bidang khususnya di olahraga bulutangkis. Peran media sangat penting. Tanpa media gelora perjuangan para atlet Indonesia tidak akan tersebar sampai ke pelosok negeri. Karena itulah Djarum Foundation selalu mendukung insan media," kata Ivana pada jumpa pers jelang event di Hotel Century Jakarta, Senin (23/9). Turut hadir Ketua SIWO PWI Pusat, Gungde Ariwangsa, Ketua Panpelnas, Tri Iksan dan Ketua Panpel Zona Barat, Daryadi.

Ketua SIWO PWI Pusat, Gungde Ariwangsa mengaku bangga dengan penyelenggaraan Kejuaraan Bulutangkis Antar Media yang telah memasuki tahun ke-13.

"Selain penting untuk menjaga kesehatan. Dengan mengikuti event ini, teman-teman wartawan akan bisa merasakan langsung bagaimana rasanya perjuangan atlet di lapangan. Tetapi yang terpenting adalah kita bisa menjaga silaturahmi. Menang kalah tetap saudara," tandasnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Panpelnas Kejuaraan Bulutangkis Antar Media 2019, Tri Iksan mengatakan event ini disambut antusias oleh insan media. Karena keterbatasan waktu pihaknya terpaksa membatasi jumlah peserta di setiap zona.