JAKARTA-Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno berencana akan menemui pihak pengelola apartemen Kalibata City untuk memperbaiki manajemen dari apartemen tersebut supaya tidak disalahgunakan sebagai tempat prostitusi.

"Kita akan bicara sama pengelolanya dan kalau perlu ditambah aparat," kata Sandiaga di Hotel Putri Duyung Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara, Selasa (3/4/2018). Selain penambahan pihak keamanan, ia juga akan menghimbau pengelola apartemen menambah Closed Circuit Television (CCTV) di setiap bagian sudut dan juga lorong-lorong tiap lantainya. Hal itu diharapkan tidak akan ada lagi penyalahgunaan dari fungsi apartemen sesungguhnya yakni tempat tinggal.

Supaya hal tersebut tidak kembali berulang, Pemprov DKI Jakarta akan meningkatkan kerja sama dengan pihak Kepolisian supaya serius untuk menyikapi prostitusi. Selain itu, warga yang tinggal di apartemen juga dihimbau supaya saling berinteraksi dan menjaga lingkungannya. "Mestinya warga harus saling menjaga. itu harus kita pastikan tidak ada praktek-praktek prostitusi," pinta Saniaga.

Soal langkah lanjut Pemprov DKI Jakarta sendiri, ia tidak mau membahas soal razia apartemen karena jika didengungkan nantinya razia tidak akan efektif. "Nanti kita akan koordinasi, tapi kalau razia dikasih tahu bukan razia namanya," pungkasnya.

Dalam praktek prostitusi di Apartemen Kalibata City penyidik menetapkan empat orang tersangka yakni SL (50), IP (27), MP (21) dan satu orang lagi laki-laki berinisial YP (19), kini mereka digelandang ke Polda Metro Jaya. Atas perbuatannya, keempat tersangka dikenakan Pasal 506 KUHP dengan hukuman penjara 3 bulan, subsider Pasal 296 KUHP dengan ancaman hukuman 1 tahun 4 bulan, subsider Pasal 1 Ayat 2 juncto Pasal 12 junto Pasal 13 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara.