BREAKINGNEWS.CO.ID - Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN), Prabowo-Sandi, Priyo Budi Santoso mengungkapkan jika revisi yang dilakukan terhadap visi misi paslon nomor urut 02 itu tidak mengalami perubahan. Menurutnya, visi misi tersebut hanya perbaikan penjabaran.

"Karena dalam perkembangannya, telah dibaca langsung oleh semua pihak mendengarkan apa yang kita input, dan temuan-temuan yang kami dapatkan dilapangan dari 1.000 lebih lokasi yang dikunjungi Pak Prabowo dan Mas Sandi dan disimpulkan bahwa ada titik-titik tertentu yang harus disempurnakan," kata Priyo kepada wartawan saat ditemui usai diskusi yang mengusung tema 'Jelang Debat Siapa Hebat' di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (12/1/2019).

"Jadi itu bukanlah merubah secara total. Tapi penyempurnaan penjabaran yang dilakukan dengan bahasa dan estetika yang dapat dipahami oleh masyarakat luas," sambung Priyo.

Terkait dengan adanya larangan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk merevisi visi misi tersebut, Priyo mengaku jika pihaknya taat jika memang larangan itu sesuai dengan aturan.

"Meskipun sebenarnya dalam pembicaraan sebelumnya, pihak KPU memberitahukan kalai masih dimungkinkan atau ada kemungkinan-kemungkinan untuk diubah. Jadi sebenarnya kami agak sedikit protes sebenarnya, tapi karena KPU punya aturan seperti itu, ya ujungnya kami mentaati. Hendaknya kedepan jangan diberi pernyataan masih dibuka kemungkinan untuk dilakukan dan perbaikan," tegasnya.

Selain itu, Priyo juga menjelaskan bahwa revisi itu memang ditujukan untuk rakyat dan KPU masih memungkinkan membuka pintu itu, dimana masing masing calon baik Prabowo-Sandi maupun Jokowi-Ma'ruf, ia mengaku jika pihaknya masih berkesempatan untuk menyampaikan itu kepada rakyat.

"Karena banyak esensi-esensi kenapa kemudian tagline pun kita juga sempurnakan menjadi 'Indonesia Menang, Demi Masyarakat Adil Makmur'," ucapnya.

Sementara itu, terkait dengan batas waktu yang diberikan oleh KPU, Priyo mengaku jika tenggat waktu yang diberikan sebenarnya sebelum debat pertama. Tapi, kata Priyo, karena saat ini sudah diumumkan oleh KPU bahwa tidak diperkenankan.

"Tapi kami sebenarnya mempertanyakan itu, karena kan juga gini mengenai foto. itu bajunya paslon sebelah diganti menjadi koko, sementara kami relatif tidak melakukan pergantian karena kami ingin mengedepankan foto yang bercita rasa presidensial, siap untuk memimpin, tidak harus sehat dramatis menunjukan baju-baju yang menunjukan identitas muslim atau apa. Karena calon kami sudah sangat dicintai oleh masyarakat muslim maupun masyarakat golongan-golongan lain," ujarnya.

"Jadi kami menggunakan baju-baju yang bercita rasa kepresidenan, karena memang siap memimpin negeri ini kalau rakyat menghendaki. Dan hawanya kesana, rakyat akan menghendaki ini sehingga baju kami pun seragam dengan presiden-presiden yang menjabat," pungkas Sekjen Partai Berkarya itu.