BREAKINGNEWS.CO.ID -  Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro memperkirakan ekonomi Indonesia pada tahun 2018 mengalami pertumbuhan sedikit lebih rendah di angka 5,2-5,3  dibandingkan target APBN 2018 sebesar 5,4 persen. “Tahun ini, pertumbuhan yang paling mungkin ada di angka 5,2-5,3 persen," ujarnya di  Jakarta, Rabu (8/8/2018).

Menurut Bambang, pertumbuhan ekonomi pada triwulan II 2018 yang mencapai 5,27 persen, dapat menjadi momentum untuk tumbuh lebih tinggi pada sisa kuartal 2018. "Iya (angka 5,27 persen), memang momentum yang bagus. Tapi saya lihat di sini komposisi dari pengeluaran kan sangat tertolong oleh konsumsi dan konsumsi ini juga tertolong adanya Puasa dan Lebaran, ditambah THR dan gaji ke-13," katanya.

Komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga (RT) pada triwulan II 2018 tumbuh 5,14 persen atau lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya yaitu 4,95 persen.

Konsumsi RT dalam struktur PDB masih mendominasi yang memcakup lebih dari separuhnya yaitu 2,76 persen dari 5,27 persen.

Di sisi lain, lanjut Bambang, perlu diperhatikan adalah pembentukan modal tetap bruto (PMTB) atau investasi yang pertumbuhannya justru menurun dari 7,95 persen pada triwulan sebelumnya menjadi 5,87 persen pada triwulan kedua 2018. "Jadi menurut saya, demi menjaga pertumbuhan ini lebih bagus lagi ke depan maka investasi harus dikembalikan ke potensi semulanya yakni tujuh persen atau lebih," ujarnya.

 

Sementara itu, konsumsi masyarakat harus tetap bisa dijaga di kisaran lima persen di kuartal-kuartal berikutnya kendati tidak ada lagi keuntungan adanya momen Lebaran atau tunjangan hari raya (THR) dan gaji ke-13. "Jadi tantangan pemerintah adalah menjaga kesinambungan dari momentum pertumbuhan ini," kata Bambang.

BPS mencatat ekonomi Indonesia pada triwulan II 2018 tumbuh 5,27 persen secara tahunan (year on year/yoy) atau lebih tinggi dibandingkan periode sama 2017 sebesar 5,01 persen.

Angka 5,27 persen tersebut juga lebih tinggi dibandingkan pada periode yang sama 2016 dan 2015 yang masing-masing tumbuh 5,21 persen dan 4,74 persen.

Namun, secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2018 baru mencapai 5,17 persen atau masih di bawah target APBN 2018 sebesar 5,4 persen.