BREAKINGNEWS.CO.ID- Upaya Praperadilan tiga terdakwa kasus judi online di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan telah gugur pada Selasa (29/1/2019). Praperadilan yang diajukan oleh terdakwa Aristharkus Randy Harrys alias Andi, Mery Andrian dan Vicky Armando dinyatakan gugur lantaran pemeriksaan pokok perkara kasus tersebut telah dimulai di Pengadilan Negeri Jakarta Utara. 
 
Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Ferry Agustina Budi Utami, selaku Hakim Tunggal telah menjatuhkan putusan dengan No. 173/Pid.Prap/PN.Jkt.Slt. Menurut Hakim Agustina, pihaknya menjatuhkan putusan tersebut karena adanya surat dari Jaksa Penuntut Umum (JPU), Fedrik Adhar, S.H yang menyatakan bahwa sidang pemeriksaan pokok perkara telah dimulai. 
 
Menanggapi putusan tersebut, Kuasa Hukum ketiga terdakwa sebagai pemohon dalam praperadilan tersebut, Fredy Gema dari kantor hukum Manurung Tarigan Hasibuan menyatakan bahwa pihaknya menghormati putusan tersebut. 
 
Namun Erick yang adalah suami terdakwa Mery Andrian mengecam keras tindakan Direktorat Cyber Bareskrim Polri yang dua kali absen walaupun sudah dipanggil secara patut oleh PN Jakarta Selatan. "Kami mengecam keras tindakan Bareskrim Polri yang absen saat sidang tersebut," ujar Erick kepada Breakingnews.co.id, Rabu (30/1/2019). 
 
Seyogyanya kata Erick, pihak Direktorat Cyber Bareskrim Polri menunaikan kewajibannya saat panggilan pertama. Hal tersebut diperlukan agar dapat diuji dalam Praperadilan tersebut apakah penangkapan, penahanan dan penetapan tersangka terhadap Para Pemohon sudah sesuai ketentuan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). 
 
Diberitakan sebelumnya, Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara menggelar sidang perdana kasus judi online di Jln. Gajah Mada, Jakarta Pusat, Senin (28/1/2019). Persidangan dengan nomor perkara 9/Pid.Sus/2019/PN Jkt.Utr itu menghadirkan tiga terdakwa diantaranya Aristharkus Randy Harrys alias Andi, Mery Andrian dan Vicky Armando. 
 
Namun sidang perdana tersebut ditunda lantaran ketiga terdakwa tengah sakit. Untuk itu, Hakim Ketua memutuskan untuk menunda persidangan dan melanjutkan pada tanggal 4 Februari 2019 mendatang.