BREAKINGNEWS.CO.ID - Sekretaris TKN Hasto Kristiyanto, menyarankan calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto untul mencalonkan diri sebagai pemimpin Amerika Serikat saja. Hal itu dikarenakan, gaya Prabowo yang sama dengan Presiden AS saat ini Donald Trump yang kerapa marah-marah. Menurut Hasto, gaya Prabowo itu tak cocok dibawakan ke Indonesia.

"Ini, kita kan mencari calon presiden untuk Indonesia. Beda kulturnya dengan AS. Kalau memang demikian, lebih baik jadi Presiden AS saja," kata Hasto saat ditemuo wartawan di kediaman Ma'ruf Amin, Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta, Kamis (6/12/2018).

Prabowo akhir-akhir ini memang sering memperlihatkan gestur kemarahannya. Teranyar yaitu ketika Prabowo menumpahkan kekecewaannya terhadap jurnalis saat pidato Peringatan Hari Disabilitas Dunia di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Rabu (5/12).

Prabowo mengklaim wartawan yang datang hanya mencari kesalahannya dalam berucap. Kesalahan ucapan tersebut akan menjadi bahan untuk 'gorengan' kubu Jokowi.

"Ada wartawan enggak di sini, mereka ke sini nungguin gue salah ngomong. Mereka, saya katakan, kelompok itu, menunggu gue salah ngomong kemudian digoreng lagi, bicara emak-emak engga boleh, tampang engga boleh," kata Prabowo.

Prabowo menduga, ada upaya besar memanipulasi demokrasi di Indonesia. Praktik sogok menyogok terjadi di seluruh lapisan masyarakat. Mulai dari partai politik, pejabat, dan rakyat yang mau dibohongi dan dicuci otak oleh pers yang berbohong. "Jadi saya katakan hey jurnalis kalian tidak berhak sandang sebagai jurnalis. Saya katakan mulai sekarang jangan lagi hormati mereka karena mereka semua antek asing.

Sikap Prabowo tersebut, dalam pandangan Hasto merupakan suatu kesalahan. Baginya, mengatakan media-media di Indonesia adalah antek asing dapat merugikan dirinya dan wakilnya, Sandiaga Uno dalam pilpres 2019 mendatang. "Kalau kami melihat itu malah blunder. Jadi dalam pengertian marah ya marah. Jangan dipersepsikan macam-macam. Marah itu tidak bisa mengendalikan emosi. Berarti enggak nyambung. Itu marah," kata Hasto, yang juga merupakan sekretaris PDIP itu.