BATAM - Kasus kematian mahasiswa Politeknik Negeri Batam, Moses Brian Renaldy (18) saat pelatihan kepemimpinan, telah dilaporkan oleh pihak keluarga ke Polresta Barelang.

Hal tersebut juga dibenarkan oleh Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol Agung Gima Sunarya Sik.

Namun pihaknya akan memanggil pihak Universitas Politeknik Negri Batam serta panitia acara dalam kegiatan ini.

" Memang, orangtua korban sudah membuat laporan, kemarin. Kita sudah mintai keterangannya, " sebut Gima, Jumat (28/7/2017) siang.

Menurut Gima, pihaknya akan meminta rekam medis dari pihak dokter yang memeriksa korban sebelum diperbolehkan ikuti pelatihan itu.

Sebab mereka juga ingin mengtahui apakah si korban ini mempunyai riwayat penyakit dalam.

" Setelah semuanya kita dapat, baru kita akan periksa panitia dalam pelatihan itu. Karena kan panitianya banyak. Kita akan periksa satu persatu, " sambungnya.

Direktur Politeknik Negeri Batam, Priyono Eko Sanyoto, saat jumpa pers, Kamis (27/7/2017) sudah mengetahui pihak keluarga mendiang melapor ke Polresta Barelang.

Soal itu, Eko tidak mau berkomentar banyak. Terkait hal itu, Eko meminta ditanyakan langsung ke Polres.

Dia hanya meyakinkan, kalau komunikasi antara pihak kampus serta orangtua Moses masih baik.

Malah orangtua mendiang sebenarnya juga ingin hadir pada konfrensi pers sore itu memberikan penjelasan. Namun karena satu serta lain hal, tidak jadi.

" Tapi belum selesai buat laporannya. Makanya tidak bisa hadir, " kata Eko.
Dikatakan, orangtua Moses juga tidak ingin dilakukan outopsi terhadap jasad Moses. Kendatipun ada dari pihak keluarga yang tetap menginginkannya.

" Dokter cuma melakukan visum. Kesimpulannya tidak ada benturan dengan benda tumpul. Tak ada tanda-tanda penyiksaan di tubuh mendiang, " kata Komandan Batalyon Infanteri 10 Marinir/SBY, Letnan Kolonel Carles Lumban Gaol.