Sepanjang satu pekan, Polres Pelabuhan Tanjung Priok menggagalkan pengiriman ilegal beberapa ratus satwa dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Pada Jumat (16/6/2017) minggu lantas, 279 reptil type ular tidak bersetifikat asal Manokwari diamankan petugas di Pelabuhan Tanjung Priok.

Modusnya, beberapa ratus satwa itu dimasukan kedalam beberapa kardus memiliki ukuran besar serta tas gendong oleh tersangka bernisial IR.

Tetapi, waktu masuk mesin pemindai x-ray, petugas mencurigai ada benda berupa hewan didalam ke-2 wadah itu.

Petugas lalu mengecek kardus serta tas itu serta temukan beberapa ratus reptil tidak bersetifikat yang akan diselundupkan.

Sejumlah 279 ekor type reptil itu terbagi dalam spesies ular Green Tree Python Condro 20 ekor, Mono Pohon 96 ekor, Python Patola 5 ekor, Python Gol Albert 4 ekor, Mono Tanah atau Aspera 89 ekor, Pensil 11 ekor, serta Eagle atau Derik 9 ekor.

Spesies Biawak Papua atau Varanus Jobiensis itu ada sejumlah 2 ekor. Sesaat untuk spesiesnya kadal beragam type sejumlah 43 ekor, diantaranya Kadal Panama 9 ekor, Kadal Duri 33 ekor, serta Kadal Hijau 1 ekor.

Polres Pelabuhan Tanjung Priok bekerjasama dengan Karantina serta Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) DKI Jakarta untuk mengevaluasi semua hewan itu.

" Sejumlah 279 satwa liar tanpa ada dokumen serta sertifikat itu di ketahui datang dari Papua serta dibawa KM penumpang Dobonsolo, " tutur Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, AKBP Roberthus Yohanes De Deo Tresna Eka Trimana, Selasa (20/6/2017).

Lantas pada Minggu minggu lantas, di ruang pintu transit Terminal Tanjung Priok, petugas kembali mengamankan 49 satwa dilindungi. Satwa-satwa itu akan di jual ke Kota Bandung. Satwa itu dihadirkan dari Papua Barat.

" Saat kontrol juga akan selesai didapati seseorang yang bukanlah penumpang KM Ciremai ada di pintu transit, ambil dua karton barang dari petugas keamanan KM Ciremai. Petugas waktu itu mencurigainya, yang nyatanya benar kardus itu diisi satwa dilindungi tidak kompliti dokumen resmi. Pria ini inisial JS (30), " tutur Roberthus.

Semua satwa yang diamankan juga akan dibawa ke pusat penyelamatan satwa di Lokasi Tegal Jalur.