SLEMAN - Pengungsi erupsi freatik Gunung Merapi yang mengalami erupsi sebanyak tiga kali pada hari ini kembali bertambah. Sebanyak 388 warga terpaksa mengungsi untuk menghindari letusan yang lebih besar. Ratusan pengungsi dari Desa Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan mengungsi di balai desa setempat. "Pendataan sementara ada 388 warga yang mengungsi di Balai Desa Glagaharjo," kata Kaur Pemerintahan Desa Glagaharjo Heri Prasetyo, Senin (21/5/2018).

Ratusan warga tersebut berasal dari 4 dusun ,yakni Kalitengah Lor, Kalitengah Kidul, Srunen, dan Singlar. Mayoritas merupakan lansia, ibu-ibu, dan anak-anak. Sedangkan laki-laki dewasa berjaga-jaga di rumah dan patroli memantau kondisi terkini puncak Merapi.

Adapun desa tersebut sebelumnya dihujani abu vulkanik akibat erupsi Merapi. Ratusan warga yang rumahnya berada di sisi utara Desa Glagaharjo itu yang juga termasuk kawasan zona merah atau Kawasan Rawan Bencana (KRB) III langsung turun untuk mengamankan diri secara mandiri di balai desa.

Namun, pada pukul 22.00 WIB hujan abu tersebut sudah berhenti. Kendati demikian, ratusan warga tersebut memilih bertahan demi keamanan dan kenyamanan. "Kita ini masih pendataan sekaligus memastikan logistik untuk warga mencukupi. Untuk malam ini warga bisa makan malam semuanya," jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, ratusan warga terpaksa mengungsi pasca erupsi freatik Gunung Merapi sebanyak tiga kali. Adapun erupsi terakhir terjadi pada pukul 17.50 WIB. Camat Cangkringan Mustadi mengatakan jika sebagian warganya masih berada di Balai Desa Glagaharjo. Warga tersebut yang memiliki rumah di bagian atas atau sisi utara dekat dengan puncak Merapi yakni di Dusun Kalitengah Lor, Kalitengah Kidul, dan Srunen. Ketiga wilayah tersebut sebagian berada di zona merah atau Kawasan Rawan Bencana (KRB) III berada sekitar 4 kilometer dari puncak Merapi.

"Ada sekitar 150an warga yang mengamankan diri di Balai Desa Glagaharjo," kata Kepala Desa Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan Suroto, Senin (21/5/2018). "Warga di wilayah atas sudah turun ke Balai Desa Glagaharjo," jelasnya.