BREAKINGNEWS.CO.ID - PSSI telah resmi mengangkat Simon McMenemy sebagai pelatih Timnas Indonesia senior. Pelatih asal Skotlandia itu dikontrak dengan durasi dua tahun. Menanggapi penunjukkan Simon sebagai pelatih anyar skuat Garuda, winger Persija Jakarta, Riko Simanjuntak, angkat bicara. Menurut Riko, Simon dapat mengembalikan Indonesia sebagai tim yang disegani lawan.

Alasannya, kata Riko, pelatih 40 tahun itu selain pernah membesut Timnas Filipina pada 2010 lalu, Simon juga memiliki pengalaman tinggi di Indonesia karena dua musim terakhir menangani Bhayangkara FC. Hal itu menjadi modal tersendiri bagi Simon. "Jadi menurut saya dia sosok pelatih yang bagus buat Timnas Indonesia. Saat di Bhayangkara FC juga mencatat prestasi, juara di 2017 dan tiga besar di 2018. Catatan itu cukup bagus," ujar Riko, Senin (24/12/2018).

Soal perbandingan antara pelatih Timnas Indonesia sebelumnya, Luis Milla Aspas, Riko menuturkan jika setiap pelatih punya gaya berbeda. Taktik dan strategi yang diandalkan juga berbeda. "Kalau coach Luis Milla memang sudah memberi yang terbaik, termasuk programnya. Dia berhasil mengubah permainan. Tapi saya yakin coach Simon punya taktik dan strategi yang bagus. Itu semua sudah terbukti di Bhayangkara FC. Klub itu berubah menjadi disegani di Indonesia. Jadi saya merasa pelatih ini punya kemampuan baik dan bisa membuat perbahan di sepak bola Indonesia," beber mantan pemain Semen Padang itu.

Riko saat memperkuat Timnas Indonesia (Foto: Dok. Robbi Yanto/breakingnews.co.id)

Lebih lanjut, Riko berharap bisa kembali memperkuat Timnas Indonesia. Bermain semaksimal mungkin di setiap kesempatan menjadi janjinya. "Kalau berharap dipanggil ke Timnas Indonesia itu sudah pasti. Namanya pemain sepak bola berharap dapat membela negara sendiri," imbuh Riko.

Sosok yang Tepat

Penunjukkan Simon McMenemy sebagai pelatih Timnas Indonesia senior terbilang tepat. Sebab, sebagai pelatih, Simon memiliki sejumlah prestasi yang tidak bisa diremehkan. Simon sebelumnya juga pernah melatih tim nasional. Sebelum menjejaki karir di Indonesia, Simon terlebih dulu menjadi pelatih kepala timnas Filipina di Piala AFF 2010. Kala itu, Filipina masih menjadi negara yang belum diperhitungkan di Asia Tenggara. Namun, Simon berhasil menciptakan kejutan kala The Azkals berhasil menembus semifinal sebelum akhirnya takluk oleh Indonesia.

Selain itu, siapa yang menyangka jika Bhayangkara FC bisa menjadi juara Liga 1 2017. Sebagai klub yang berbasis instansi negara dan pertama kali tampil di kompetisi profesional Tanah Air, tentunya Bhayangkara FC bukan merupakan kandidat terkuat sebagai jawara. Ketika itu, materi pemain Bhayangkara FC pun didominasi oleh pemain-pemain muda. Sebut saja, Putu Gede, Danny Saputra, Evan Dimas, Zulfiandim Ilham Udin. Namun, prediksi hanyalah spekulasi. Bhayangkara FC menjelma sebagai tim pembunuh. Bali United, Persija, Persib Bandung, Persipura, harus dibuat gigit jari. Mereka finis sebagai juara.

Dari kesuksesan Bhayangkara FC di atas, ada sosok yang berperan penting yaitu Simon McMenemy. Bahkan, kinerja Simon pun mendapat perhatian dari media luar negeri, BBC. Mereka menyoroti sepak terjang Simon kala melatih Bhayangkara FC di musim pertamanya. BBC menyebut Bhayangkara FC sama seperti Leicester City. Leicester City pernah menjadi juara Liga Inggris pada musim 2015-2016. The Foxes mematahkan dominasi tim-tim besar dan berhasil menjadi juara Liga inggris di bawah arahan pelatih Italia, Claudio Ranieri.