Dominikus Malo Solo (40), seseorang pedagang asal Waitabula, Kabupaten Sumba Barat Daya, Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), tewas karena disangka jadi korban salah tembak anggota polisi di Polsek Lewa, Sumba Timur.

Juru bicara keluarga Dominikus, Virgo Dapa Loka (27) menyebutkan, korban Dominikus yaitu pedagang di Sumba Barat Daya, yang ikuti hari pasar di Kecamatan Lewa, Sumba Timur.

Waktu ada di Lewa, lanjut Virgo, Dominikus yang ditemani oleh seseorang adik serta dua orang anaknya, bermalam dirumah kerabat mereka.

" Om saya ini (Dominikus Malo Solo) dengan tiga orang yang temaninya, tiba di Lewa pada Selasa (4/7/2017) awal hari sekitaran jam 2. 00 Wita serta segera menuju tempat tinggal kerabatnya untuk beristirahat, " kata Virgo pada Kompas. com, Rabu (5/7/2017) petang.

Waktu tiba dirumah kerabatnya itu, tuan-rumah dengan sebagian orang tengah asik main kartu. Karna kelelahan, Dominikus juga memohon izin untuk beristirahat.

Tetapi tidak berselang lama, terdengar nada tembakan dari luar. Rupanya waktu itu ada beberapa polisi yang ada diluar tempat tinggal, hingga tuan-rumah dengan sebagian orang yang tengah bermain kartu lari berhamburan keluar tempat tinggal.

Dominikus juga kaget dan turut lari keluar tempat tinggal. Tetapi naas baginya, karna baru mengambil langkah sebagian mtr., salah seseorang anggota polisi lalu menembak pas ke arah perut Dominikus sampai korban jatuh terpuruk.

" Waktu mereka lari, Om saya ini larinya paling paling akhir serta ia ditembak oleh anggota polisi yang bernama Bripda ST, anggota di Polsek Lewa, dari jarak lebih kurang tiga mtr., " ungkap Virgo.

Kemudian, Dominikus juga dibawa ke puskesmas setempat untuk di beri perawatan medis. Tetapi karna luka tembak yang cukup kronis, Dominikus juga pada akhirnya dibawa ke RSUD Umbu Rara Meha Waingapu, Sumba Timur. Sesudah melakukan perawatan medis sepanjang satu malam, Dominikus wafat dunia.

" Om saya barusan wafat barusan sore serta saat ini ingin dikerjakan otopsi. Kami keluarga juga telah berjumpa dengan Kapolres serta memberikan laporan peristiwa ini, " ucapnya.

Kepala Bagian Humas Polda NTT, Jules Abraham Abast membetulkan peristiwa itu. Pihaknya saat ini masih tetap menanti laporan dari Polres Sumba Timur.

Tag