JAKARTA – Di tengah sanksi ketat yang dijatuhkan Dewan Keamanan PBB dan lembaga internasional kepada Korea Utara, baru-baru ini terungkap dari mana para petinggi Korut dan pemimpinya, Kim Jong-un mendapatkan barang-barang mewah. Melalui sebuah draft laporan PBB yang dilansir BBC pada Selasa (13/3/2018), terkuak bahwa Korut diduga mendapatkan barang mewah dari dua perusahaan di Singapura.

Laporan itu dibuat oleh Dewan Keamanan PBB dan kemungkinan akan dipublikasikan pada pekan depan. Pemerintah Singapura menuturkan kalau mereka mengetahui laporan soal kasus tersebut. Saat ini pihaknya mulai menyelidiki tentang pelanggaran yang mungkin terjadi. Baik PBB dan Singapura melarang penjualan barang mewah ke Korea Utara.

Sanksi global kepada Korea Utara telah diperkuat selama dua tahun terakhir dikarenakan Pyongyang berusaha untuk terus melakukan uji coba nuklir dan meluncurkan rudal. Walaupun ada perkembangan baru-baru ini, seperti rencana pertemuan Kim Jong-Un dengan Donald Trump, sanksi PBB terhadap Korea Utara akan tetap berlaku.

Sementara itu, analis mengatakan dugaan pelanggaran oleh perusahaan Singapura, apabila terbukti, menimbulkan pertanyaan tentang seberapa luas pelanggaran sanksi Korea Utara tersebut terjadi di Asia.