BREAKINGNEWS.CO.ID - Aplikasi FaceApp kini tengah meroket di dunia. Aplikasi pengeditan foto yang menggunakan jaringan saraf untuk membuat pengeditan foto terlebuih dramatis ini juga tengah viral di media sosial. Apalagi aplikasi ini juga dibekali semacam filter penuaan yang baru. Namun aplikasi ini tak membuat Partai Demokrat di AS, setuju dengan euphoria netizen yang menggunakannya.

Komite Nasional Demokrat telah dilaporkan mengirimkan peringatan waspada pada kampanye calon presiden Demokrat 2020 . Apalagi ada dugaan dan kekhawatiran aplikasi itu dikembangkan oleh pengembang aplikasi asal Rusia. Menurut laporan dari CNN, menyatakan Senator Minority Leader (Senator Pemimpin Minoritas), Chuck Schumer, telah secara resmi meminta FBI dan FTC untuk melakukan investigasi keamanan nasional ke dalam FaceApp.

“Aplikasi ini memungkinkan pengguna untuk melakukan transformasi berbeda pada foto orang, seperti menuakan orang dalam gambar. Sayangnya, hal baru ini bukannya tanpa risiko: FaceApp dikembangkan oleh Rusia, ”demikian peringatan dari Bob Lord (kepala petugas keamanan DNC) seperti yang diperoleh CNN.

"Akan sangat meresahkan jika informasi pribadi yang sensitif warga AS, diberikan kepada kekuatan asing yang bermusuhan aktif dan terlibat dalam permusuhan cyber terhadap Amerika Serikat," demikian bunyi sebagian surat dari Senator Schumer.

 

FaceApp memang mengunggah gambar ke server-nya untuk menerapkan efek perubahan. Namun, perusahaan itu hanya mengunggah gambar-gambar spesifik yang sedang dimodifikasi. Jadi  bukan seluruh gulungan kamera dari pengguna. CEO perusahaan di balik FaceApp, Yaroslav Goncharov, juga mengatakan kepada The Verge pada tahun 2017 (ketika aplikasi tersebut sebelumnya mencapai ketenaran dan viral) bahwa perusahaan terkadang menyimpan gambar untuk waktu yang singkat. Namun untuk keperluan kinerja aplikasi, sebagian besar gambar akan dihapus tak lama kemudian. Perusahaan itu juga mengatakan kepada TechCrunch bahwa "sebagian besar gambar dihapus dari server kami dalam waktu 48 jam sejak tanggal pengunggahan."

Selain itu, sebagai tanggapan terhadap keprihatinan baru-baru ini tentang privasi, FaceApp mengatakan bahwa “Kami tidak menjual atau berbagi data pengguna dengan pihak ketiga mana pun,” dan bahwa “meskipun tim R&D inti berlokasi di Rusia, data pengguna tidak ditransfer ke Rusia.

Sebagian pihak menilai kekhawatiran Ini tampak seperti Partai Demokrat yang sedang terlalu berhati-hati dengan melarang FaceApp langsung hanya karena pengembang Rusia. Akan, tetapi kelompok itu mungkin punya alasan untuk berhati-hati. Apalagi setelah mereka pernah diretas hanya beberapa minggu sebelum pemilihan 2016. Tampaknya partai itu tengah mencari jalan aman daripada menyesal. Atau mungkin mereka hanya tidak ingin melihat diri mereka menjadi tua. Apalagi jika menggunakan aplikasi itu.