BREAKINGNEWS. CO.ID - Direktur Indonesia Public Institute (IPI) Karyono Wibowo menilai Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi terkesan paranoid untuk menjalani debat capres kedua pada 17 Februari 2019. Hal itu berdasarkan penolakan Najwa Shihab sebagai moderator debat. Karyono menuturkan, munculnya nama Najwa Shihab sebagai salah satu yang dipertimbangkan KPU untuk didapuk sebagai moderator debat capres kedua tak lepas dari integritas Najwa dan kepercayaan publik kepada sosok jurnalis senior itu.

"Menurut saya, BPN terlalu ketakutan ya. Padahal, Najwa ini kan jurnalis yang kritis kepada siapapun, baik pada penguasa, tokoh politik,atau tokoh-tokoh lainnya. Selain itu, penolakan kepada Najwa justru menentang pendapat publik. Bagaimana dia sukses membawakan acara "Mata Najwa". dan acara-acara lainnya," kata Karyono kepada Breakingnews.co.id, Rabu (23/1/2019).

Karyono merasa, jika nantinya memang Najwa benar-benar didapuk sebagai moderator. Perempuan 41 tahun itu bakal berlaku netral. Diungkapkan Karyono, Najwa tak mungkin menghancurkan nama besarnya sebagai jurnalis senior untuk mendukung salah satu pasangan calon. " Saya rasa kapabilitas Najwa hampi sama dengan moderator sebelumnya Ira Koesno dan Imam Priyono punya.

"Saya pikir, Najwa memiliki integritas. Masyarakat tahu dia memiliki nama besar. Dan tidak mungkin rasanya dia menghancurkan namanya itu dengan keberpihakan kepada salah satu calon," jelas Karyono.

Lebih lanjut, Karyono menilai, debat capres kedua akan terasa lebih menarik jika memang Najwa menjadi moderator. Hal itu lantaran Najwa dinilai tegas dan kritis. "Bakal jadi momen yang berbed. Saya pikir suasana debat akan lebih hidup daripada sebelumnya," tegas Karyono.

Sebelumnya, Najwa Shihab menjadi salah satu nama calon moderator yang muncul untuk memandu debat kedua Pilpres 2019. Meski belum resmi diputuskan KPU, BPN Prabowo-Sandi menolak. "Mengenai rencana KPU untuk menunjuk moderator dalam debat, kami mengingatkan KPU agar jangan menunjuk moderator yang terindikasi berpihak. Rekam jejak moderator selama ini kan menunjukkan nama-nama yang beredar seperti Najwa terindikasi tidak netral di 2014," sebut juru bicara BPN, Andre Rosiade.

Bagi Andre, KPU sebaiknya mencari nama lain selain Najwa Shihab. Dia menduga Najwa tidak netral. "Saran kami, lebih baik KPU menunjuk figur lain yang lebih netral agar jangan menjadi polemik nantinya. Masih banyak figur lain yang mampu menjadi moderator tapi berposisi netral. Itu harapan kami kepada KPU," ucap Andre.