BREAKINGNEWS.CO.ID - Menteri Perdagangan Klaim Sawit Sumber Minyak Paling Ekonomis dan produktif bila dibandingkan dengan minyak dari komoditas tumbuhan lainnya seperti kedelai dan rapeseed. "Minyak telah membantu mengangkat banyak warga dari kemiskinan dan menciptakan kalangan kelas menengah," kata Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Washington DC, Rabu waktu setempat atau Kamis WIB (17/1/2019).

Seperti dikutip laman Antaranewss.com,  berdasarkan sejumlah penelitian, minyak kelapa sawit juga dapat menghasilkan produktivitas energi yang lebih baik bila dikomparasikan dengan jumlah yang dihasilkan oleh minyak dari berbagai tumbuhan jenis lainnya.

Selain itu, Enggar yang menjadi pembicara dalam  seminar sawit sebagai pemberdayaan masyarakat di ibu kota Amerika Serikat itu juga menyebut, riset peneliti dari Institute of Farm Economics, von Thunen Institute, pada tahun 2010 menunjukkan bahwa biaya produksi per ton dari rapeseed berkisar 1000-1200 dolar AS/ton di Eropa Barat, biaya produksi soybean atau kedelai adalah 800 dolar/ton di AS serta 400 dolar/ton di Argentina dan Brazil, sedangkan biaya rata-rata produksi sawit 380 dolar/ton.

Sementara data dari Badan Pengelola Dana Sawit (BPDP) menyebutkan bahwa rapeseed dan soybean masing-masing hanya menghasilkan 0,69 ton per hektare dan 0,45 ton per hektare, sedangkan sawit diketahui dapat menghasilkan 3,85 ton per hektare.

Sebagaimana diwartakan, berbagai kalangan mengungkapkan minyak sawit memiliki potensi yang besar untuk terus dikembangkan sebagai bioenergi atau bahan bakar cair di Indonesia.

Ketua Umum Ikatan Ahli Biofuel Indonesia (IKABI), Dr. Tatang Hernas S dalam diskusi "Sawit Bagi Negeri" di Jakarta, Rabu (9/1), menyatakan keberadaan minyak sawit sangat potensial untuk dikembangkan sebagai bahan bakar minyak cair, oleh karena itu keberadaan komoditas perkebunan itu harus terus didukung oleh semua pihak.  "Potensi minyak sawit sebagai bahan bakar minyak cair, sangat besar peluangnya untuk terus dikembangkan di Indonesia," katanya.

 Senada dengan itu peneliti Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Agus Kismanto, menyatakan bioenergi berbahan baku minyak sawit sangat potensial untuk terus dikembangkan sebagai bioenergi.

 Sebab itu, lanjutnya, penggunaan minyak sawit sebagai bioenergi, harus terus didorong, supaya menjadi sumber energi hijau dan terbarukan.

  Terkait hal itu, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Joko Supriyono menyatakan  keberadaan minyak sawit terus memberikan kontribusi besar bagi negara dan masyarakat, salah satunya melalui pengembangan industri turunan minyak sawit sebagai bioenergi, yang juga menguntungkan secara lingkungan. "Minyak sawit harus terus dikembangkan, supaya memberikan banyak keuntungan bagi pendapatan negara, sosial masyarakat dan lingkungan yang lebih baik," katanya.