BREAKINGNEWS.CO.ID - Menpora Imam Nahrawi dan Ketua Umum KONI Pusat Tono Suratman sama-sama mengapresiasi kepemimpinan pengusaha nasional Murdaya Po di kepengurusan Persatuan Golf Indonesia (PGI) 2018-2022. Imam Nahrawi dan Tono Suratman mengurai keyakinannya bahwa kepemimpinan Murdaya Po akan semakin mengangkat prestasi golf Indonesia.


"Indonesia ini termasuk negara yang paling banyak lapangan golfnya di dunia. Kalau pembinaan atlet golf kita dilakukan dengan baik, saya optimistis prestasi atlet kita akan semakin baik. Saya menaruh harapan besar pada kepemimpinan pak Murdaya Po," papar Menpora Imam Nahrawi, yang didaulat memberi sambutan di acara pelantikan PB PGI 2018-2022, Jumat (15/2/2019) sore di Ballroom Pondok Indah Golf.


Sebelumnya, Tono Suratman menyebut Murdaya Po sebagai sosok yang paling tepat untuk memimpin kepengurusan PB PGI 2018-2022 ini. Murdaya Po, yang sudah memimpin PB PGI 2014-2018, dinilai Tono Suratman menjadi pilihan terbaik insan golf nasional sekarang ini.


Keberadaan Menpora Imam Nahrawi di acara pengukuhan PB PGI 2018-2022 ini sekaligus semakin memperkuat legitimasi Murdaya Po ditengah adanya kepengurusan tandingan PB PGI. Diketahui, sebelumnya dideklarasikan kepengurusan P PGI yang diketuai oleh Muchdi PR, mantan Danjen Kopassus.


Dalam kepengurusan PB PGI 2018-2022 pimpinan Murdaya Po ini nama Imam Nahrawi bahkan disebutkan sebagai salah satu pelindung, sementara mantan ketum PB PGI Siswono Yudohusodo menjadi salah satu penasehat. Menjawab pertanyaan terkait kepengurusan tandingan ini, Tono Suratman menyatakan bahwa itu bukan urusan KONI Pusat, karena mereka melakukan pelanggaran organisasi dan indisipliner. "Tak ada urusannya KONI harus merangkul mereka," tegas Tono Suratman.


Ketum KONI Pusat juga menyebutkan, terserah Murdaya Po juga apakah akan merangkul mereka atau tidak. Selain meningkatkan prestasi para atlet, target Murdaya Po dan kepengurusannya adalah memasyarakatkan olahraga golf di Indonesia. Terutama menarik minat generasi muda untuk bermain golf. Menurut Murdaya Po, Indonesia memiliki banyak lapangan golf berstandar internasional. "Di negara lain generasi muda banyak yang bermain golf, seperti Korsel, Jepang dan Thailand. Banyak atlet mereka yang menjadi pemain top dunia," kata Murdaya Po.

Target dan impian besar ini tentu tidak akan berhasil tanpa adanya dukungan dari para stakeholder olahraga golf dan masyarakat. Oleh karena itu, Murdaya Po meminta dukungan dari semua pihak.