BREAKINGNEWS.CO.ID - Mampu memenangkan sebuah kompetisi dalam ajang apapun pastinya disambut dengan luapan kegembiraan yang begitu luara biasa. Apapun kompetisinya, kegembiraan itu pastilah ada dan tak ada yang mampu memendamnya sendiri, terlebih dalam urusan politik yang terdiri dari berbagai elemen yang turut meraih kemenangan tersebut. Namun hal itu tidak berlaku bagi calon wakil gubernur Jabar nomor urut 1 Uu Ruzhanul Ulum. Menurutnya, dalam berpolitik tidak harus bergembira dalam menyambut kemenangan, tapi harus disikapi secara sederhana. "Dalam politik jangan berlebihan, jangan terlalu gembira dan terlalu sedih, tengah-tengah saja," kata Uu, Jum'at (29/6/2018).

Uu mengatakan jika pencalonan dalam Pilkada Jabar itu sudah diketahui dari hasil htung cepat pasangan Ridwan Kamil-Uu (RINDU) yang meraih suara terbanyak dibandingkan dengan tiga pesaingnya. Kendati demikian, dirinya pun tidak akan melakukan perayaan khusu untuk kemenangan tersebut. "Enggak ada perayaan khusus," ucap Bupati Tasikmalaya nonaktif itu.

Selain itu, ia juga mengatakan jika perolehan siara dalam Pilkada Jabar itu merupakan sebuah keputusan Tuhan. Sedangkan manusia hanya dapat berusaha untuk dapat menggapai cita-cita, selebihnya karena takdir Tuhan. "Semua dengan takdir," katanya.

Ia pun menambahkan jika manusia tidak boleh merasa paling hebat ketika mendapatkan kemenangan, termasuk dalam ajang pesta demokrasi lima tahunan di Jabar itu sendiri. Semua kandidat memiliki kehebatan dan bagus untuk membangun Jabar. Namun Tuhan berkehendak lain dan menetapkan yang terpiih yakni Ridwan Kamil-Uu. "Jangan seolah-olah kita yang merasa paling hebat walau menang. Tim lain juga bagus, cuma Allah takdirkan kami jadi juara," imbuhnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, menurut pantauan breakingnews.co.id melalui laman resmi KPU pada pukul 12.49 WIB, Jum'at (29/6/2018), dari data yang masuk sebesar 91,77 persen, pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum unggul dengan perolehan suara terbanyak dengan jumlah sebesar 6.708.115 suara (33.19 persen). Pasangan Tb Hasanuddin-Anton Charliyan mendapatkan suara sebanyak 2.540.166 suara (12.57 persen), sedangkan pasangan  Sudrajat-Ahmad Syaikhumampu meraih suara terbanyak kedua sebesar 5.732.376 suara (28.36 persen). Dan, pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi hanya mampu mengumpulkan jumlah suara sebesar 5.232.927 suara (25.89 persen)