BREAKINGNEWS.CO.ID - Seperti banyak sektor lain, pandemi virus corona juga membuat kalangan industri film nasional harus berpikir keras sekaligus kreatif menghadapi situasi yang tak biasa dan belum pernah terjadi sebelumnya.

Dampak yang muncul tak hanya dirasakan saat virus ini beredar. Pada saat kondisi sudah dinyatakan normal, maka sejumlah tantangan sudah akan menghadang. Salah satunya masalah biaya. Hal tersebut terungkap dalam diskusi webinar  Mengawal Film Nasional Saat Tayang di Era New Normal, di Jakarta, Jumat (12/6/2020).

Data ada menyebut bahwa selama tiga bulan masa PSBB (Pembatasan Sosial Berskal Besar), tidak kurang dari 122 judul film nasional dan 180 film impor mengalami penundaaan penayangan. Meski kabar bagusnya adalah bahwa pemerintah sudah memberi aba-aba bahwa bioskop sudah diberi kesempatan untuk kembali memutar film Nasional yang disesuaikan dengan protokol kesehatan.

Tawaran tersebut tidak lantas membuat produser film merasa lega. Sejumlah persoalan masih membelit produksi film Nasional, sehingga produser film masih mengurungkan rencana syuting saat pendemi Covid-19, seperti diungkapkan produser Lola Amaria.

“Ada opsi sih, tapi dipending dulu. Kami akan syuting lagi tahun depan dengan proses yang enggak sama,” ujar Lola Amaria yang menjadi salah satu pembicara dalam pertemuan online yang diikuti para stake holder film dan wartawan tersebut.
 
Dalam Webinar yang diinisiasi oleh Direktorat Perfilman Musik dan Media Baru (PMMB) Kemedikbud RI, Lola Amaria mengatakan, biaya produksi film akan bertambah banyak jika dilakukan di tengah New Normal.
 
“Kalau mengacu pada standart kesehatan maka diperlukan ide-ide baru yang kreatif, dimana biaya syuting akan melonjak tajam karena banyak rapid-test yang dilakukan kepada sejumlah kru film,” jelasnya.



Lola Amaria mengatakan, ada 80 kru film yang harus menjalani rapid test dan dilakukan sampai 3 kali serta ditemani paramedis.

“Berapa biaya tambahannya. Sementara produser masih harus berjuang supaya kembali modal  membuat film,” ujar Lola Amaria yang meyakini adanya tambahan biaya yang harus dikeluarkan produser untuk membuat sebuah film.

“Kalaupun ada biayanya, apakah semua kru bisa mematuhi imbauan itu. Semua pasti akan berubah, pasti akan ada jarak selama syuting,” ujar Lola Amaria.

Ketika film selesai dibuat dan siap tayang, apakah penonton juga sudah siap datang ke bioskop, mengingat hampir semua bioskop Indonesia berada di dalam gedung mal.

Produser dan pemain film Lima tersebut memastikan bahwa jam tayang bioskop di masa New Normal ikut berubah, mengingat operasional bioskop hanya sampai pukul 20.00 WIB.

“Sistemnya seperti apa dan berapa kali tayang,” ujar Lola Amaria yang tidak mau ambil risiko terpapar wabah Covid-19 saat nonton film di bioskop.