BREAKINGNEWS.CO.ID – Tema kemanusiaan menjadi perekat utama dalam film Hayya: The Power of Love 2.   Persoalan dan konflik yang dimunculkan tentang Palestina, sedikit banyaknya mampu membawa penonton untuk bisa melihat persoalan  wilayah tersebut secara lebih proporsional

Menurut Erick Yusuf yang jadi produser film ini, konflik dalam sisi kemanusiaan yang diangkat adalah kepedulian terhadap banyaknya korban jiwa. Banyak anak korban perang yang menjadi yatim-piatu dan mereka harus tinggal di kemah-kemah pengungsian. "Saya berharap semua manusia peduli terhadap manusia lainnya," kata Erick usai press screening film ini di Kuningan, Minggu (8/9/2019).

Senada dengannya, Oki Setiana Dewi yang juga menjadi produser menyebut bahwa penyampaian melalui sebuah film akan lebih mudah diterima oleh masyarakat terkait konflik kemanusiaan ini.

"Saya bahagia dengan semua yang mempunyai visi dan misi yang sama. Film ini ingin menyampaikan sebuah pesan, kekuatan cinta, membuat orang-orang sadar gimana memberikan perhatian lebih," kata Oki

Film ini dibintangi oleh Fauzi Baadila, Adhin Abdul Hakim, Meyda Sefira, Ria Ricis, Hamas Syahid, dan sejumlah pemain lainnya.

Tidak seperti biasanya, kali ini Ria Ricis bermain film drama serius, tak seperti di vlog youtube  dan menjadi lawan main gemilang bagi aktor/aktris lainnya. Hayya merupakan tonggak keaktoran Ricis dalam film.

Film ini  sendiri, menjadi sekuel dari film The Power of Love 1 dan melanjutkan kisah Rahmat yang diperankan oleh Fauzi Baadilla, seorang jurnalis yang karena dihantui perasaan bersalah dan dosa di masa lalu. Dirinya lalu, memutuskan menjadi relawan kemanusiaan. Kegiatan itu membawanya bukan hanya pada kegiatan kerelawanan keliling Indonesia, melainkan bersama sahabatnya, Adin (30) sampai ke wilayah Palestina. 

Di sana ia bertemu Hayya(5th) gadis yatim piatu korban konflik di Palestina. Hubungan Hayya dan Rahmat menjadi sangat dekat, hingga suatu hari Rahmat harus kembali ke Indonesia karena hendak menikah dengan Yasna(27th). Hayya yang tidak ingin kehilangan Rahmat melakukan aksi nekad di luar dugaan. Hubungan Rahmat, Hayya dan Yasna tiba-tiba berubah menjadi kompleks, lucu dan menegangkan.

Film keluarga yang akan menginspirasi dan mengasah kepedulian kita terhadap sesama ini juga didukung oleh beberapa lembaga kemanusiaan seperti Aman Palestin, INH For Humanity, dan Rumah Zakat. Sebagian keuntungan dari film berdurasi 101 menit ini rencananya akan disumbangkan bagi anak-anak Indonesia dan Palestina yang kurang beruntung.