BREAKINGNEWS.CO.ID - Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS) akhirnya memutuskan jika advokat Kapitra Ampera tidak lagi menjadi pengacaranya. Menanggapi hal itu, Kapitra mengaku bersyukur atas keputusan HRS tersebut.

"Alhamdulillah, saya bersyukur kuasa hukum saya dicabut agar tidak jadi beban diantara saya dan HRS, bagaimanapun saya bersahabat dengan HRS sudah sejak lama, sekarang tempat saya berjuang sudah berbeda dan itu juga bisa membuat HRS dan saya dilematis. Maka pencabutan kuasa itulah jalan keluar yang terbaik, agar persahabatan ini tetao terjaga," katanya kepada breakingnews.co.id melalui peaan singkatnya, Sabtu (10/11/2018).

Adapun pencabutan kuasa oleh RiIeq tersebut dilakukan pada Jum'at (9/11/2018) malam. Melalui sebuah video yang tersebar di media sosial, Rizieq menyatakan mencabut kuasa yang diberikannya kepada Kapitra. "Tadi malam," kata Kapitra singkat.

Dirinya pun menjelaskan jika saat ini dirinya dan HRS dalam berjuang sudah berbeda tempat. Tak hanya itu, cara keduanya memilih dalam penegakkan hukun juga berbeda. Kendati demikian, Kapitra menegaskan jika dirinya dan HRS tetap bersahabat.

"Ya itu kita berbeda tempat dalam berjuang dan cara kita memilih penegakkan keadilan berbeda tetapi kita tetap masih bersahabat," tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kapitra sendiri masih mengaku sebagai pengacara Rizieq. Hal itu diketahui saat Kapitra menginfirmasikan jika Rizieq tengah diperiksa oleh kepolisian Arab Saudi terkait dengan pemasangan bendera hitam bertuliskan kalimat tauhid di dinding kediamannya di Mekkah pada Selasa (6/11/2018) lalu.

Menurutnya, bendera yang terdapat di dinding kediaman Rizieq tersebut diduga ada yang sengaja memasang.

"Iya diduga ada orang yang pasang bendera berkalimah tauhid di dinding tembok rumah Habib Rizieq Sihab," katanya kepada breakingnews.co.id melalui pesan singkatnya, Rabu (7/11/2018).

Saat ini, lanjut Kapitra, Rizieq sudah kembali ke kediamananya. Hal itu diketahuinya ketika salah seorang langsung mengkonfirmasi kepada Rizieq.

"Insya Allah sudah pulang karena tadi sudah ditelepon oleh ustad Haikal di depan saya," ujarnya. Ia juga mengatakan jika pemeriksaan terhadap Rizieq berlangsung beberapa hati yang lalu. "Beberapa hari yang lalu. Saya pikir itu konfirmasi dari pihak polisi Saudi," tegasnya.

Karena pemberitaan Kapitra ini, anggota GNPF-Ulama Damai Hari Lubis mempertanyakan status Kapitra Ampera apakah masih menjadi pengacara Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Sihab (HRS). Kapitra, kata Damai, saat ini bukan menjadi pengacara HRS. Adapun hal itu dipicu, kata Damai, saat Kapitra berbicara terkait kasus Rizieq yang sempat diperiksa oleh Kepolisian Arab Saudi pada Selasa (6/11/2018) soal adanya pemasangan bendera hitam berisi kalimat tauhid yang diyakini digunakan oleh organisasi terlarang seperti Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dan Negara Islam Irak dan Suriah (NIIS atau biasa disebut ISIS).

Dikonfirmasi breakingnews.co.id kepada Kapitra terkait dengan Damai yang mempertanyakan statusnya itu, Kapitra pun menantang Damai untuk menujukkan kuasa hukum yang diberikan oleh Rizieq kepada GNPF. Namun, dirinya merasa itu tidak akan mungkin. Pasalnya, GNPF sendiri merupakan sebuah lembaga.

"Tolong tunjukan kepada saya jika ada kuasa hukum yang diberikan khusus kepada GNPF. Pasti tidak ada, karena GNPF itu lembaga..! Jika kita sakit, rumah sakit tidak bisa mengobati kita. Yang bisa adalah dokter...!," kata Kapitra menjawab pertanyaan Damai tersebut saat dihubungi melalui pesan singkatnya, Kamis (8/11/2018).