Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengagendakan pemeriksaan terhadap tiga orang saksi atas kasus dugaan korupsi terkait pemeriksaan dengan tujuan tertentu terhadap PT Jasa Marga (Persero) pada tahun 2017. Dua diantaranya adalah pegawai BPK RI.

"Tiga saksi kami periksa dalam perkara ini, diantaranya Laviana Sri Hardini, Head of Internal Audit PT Jasa Marga persero, Dadang Ahmad Rifai, pegawai BPK RI, dan Epi Sopian, pegawai BPK RI Sub Auditorat VII‎," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, Selasa (28/11/2017) di Gedung KPK, Jakarta.

Ketiga saksi, lanjut Febri, seluruhnya diperiksa untuk melengkapi berkas perkara dua tersangka, Sigit Yugoharto (SGY) Auditor Madya pada Sub Auditorat VII B2 BPK dan General Manager nonaktif PT Jasa Marga Cabang Purbaleunyi, Setia Budi (STB). KPK telah menetapkan Sigit dan Setia Budi sebagai tersangka dugaan suap terkait pemeriksaan dengan tujuan tertentu terhadap PT Jasa Marga Tbk.

Setia Budi diduga memberikan satu unit motor Harley-Davidson seharga Rp 115 juta kepada Sigit untuk mempengaruhi hasil pemeriksaan dari tim BPK. Sigit merupakan ketua tim pemeriksaan terhadap PT Jasa Marga Tbk cabang Purbaleunyi. Dari hasil awal PDTT tersebut, BPK menemukan dugaan kelebihan pembayaran dalam pekerjaan pemeliharaan periodik, rekonstruksi jalan dan pengecetan marka jalan yang dilakukan PT Jasa Marga cabang Purbaleunyi.