BREAKINGNEWS.CO.ID-Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah menjalin kerjasama dengan perusahaan telekomunikasi XL Axiata supaya koneksi tersebut bisa terpasang pada kawasan Kota Tua-Jakarta Barat. Kerjasama tersebut sengaja dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta supaya bisa memobilisasi wisatawan selama penyelenggaraan Asian Games XVIII/2018 mendatang.

"Kita lakukan untuk penyelenggraan Asian Games dimana akan hadir ribuan, mungkin ratusan ribu masyarakat di kotu (Kota Tua) dan kita harapkan dengan adanya lahirnya 5g di kotu bisa memudahkan para wisatawan,” terang Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno di Balaikota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (19/7/2018).

Sandiaga menerangkan, nantinya pihak XL Axiata akn memberikan hal yang berbeda dari sebelumnya yang hanya menggunakan Wireless Fidelity (Wifi) tapi menggunakan tekhnologi canggih baru yakni WiGig. Di mana kecepakan tekhnologi internetnya lebih cepat dibandingkan Wifi, nantinya WiGig akan dipasang pada setiap tiang penerangan jalan umum (PJU).

"Untuk 10 GB kalau kita pakai 2G itu akan memerlukan waktu 222 jam, mamakai 3G akan memakan waktu 22 jam, 4G akan memakai 2 jam, dan kalau memakai 5G hanya 3 detik. Berarti itu loncatan yang luar biasa," terang dia.

Untuk uji cobanya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan tekhnologi WiGig sudah dipasang pada tiang PJU pada awal bulan Agustus 2018 dengan haraoan warga Jakarta serta wisatawan bisa memanfaatkan fasilitas tersebut secara baik dan benar. Di mana saat ajang Asian Games nanti, kawasan Kota Tua akan menjadi salah satu destinasi yang paling banyak dikunjungi wisatawan baik lokal maupun Internasional.

“Asian Games akan hadir ribuan mungkin ratusan ribu masyarakat di Kota Tua. Kita harapkan dengan lahirnya 5g di sini, bisa memudahkan para wisatawan,” harap Sandiaga.

Sebelumnya, Sandiaga mengatakan saat Asian Games berlangsung kawasan Kota Tua akan disediakan tempat bagi pedagang yang mana menjual produk asli buatan tangan khas Indonesia. Ia menyarankan para pengusaha dan pedagang mulai menyiapkan produk-produk seperti jaket hingga sandal sebelum ajang Asian Games berlangsung.

"Biasanya atlet-atlet itu senang berbelanja yang kalau habis games itu saya perhatikan mereka pakek jaket atau beli jaket setempat, tas yang lokas backpak sama sandal," tutur Sandi.