BREAKINGNEWS.CO.ID- Ketua Komisi I DPR RI, Abdul Kharis Almasyhari menegaskan, negara wajib melindungi warganya apalagi para pekerja sipil. Hal tersebut dikatakan Kharis menanggapi kasus pembunuhan terhadap para pekerja oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Nduga, Papua. 
 
"Kita lindungi seluruh warga negara kita apalagi itu adalah pekerja sipil. Harus kita lindungi. Saya berharap TNI hadir sepenuhnya untuk mengatasi masalah ini sesuai dengan perundangan yang berlaku," ujar Kharis di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (10/12/2018). 
 
Lanjut Kharis, pihaknya tengah menjadwalkan pertemuan dengan 
Panglima TNI untuk membahas kasus berdarah tersebut. "Sedang dijadwalkan, sedang dikoordinasikan dengan panglima, untuk ketemu. Panglima kan cuma mengatakan tangkap mereka hidup atau mati. Itu menurut yang ada di media," katanya. 
 
"Kenyataannya mereka bisa dilumpuhkan. Kalau tentara enggak bisa dilumpuhkan begitu (langsung) dibunuh enggak bisa dibantai. Kalau tentara mempunyai kemampuan untuk mempertahankan diri. Jelas mereka masyarakat sipil. Kalau tentara bisa dibantai, gak lah," tambahnya. 
 
Kharus menduga pembunuh para pekerja di Nduga merupakan kelompok teroris. Untuk itu kata Kharis diperlukan adanya TNI dalam kawasan tersebut. 
 
"Kalau menurut saya, kejadian yang di Papua adalah teroris. Bagi saya. Sehingga TNi harus ada disana. Bagi saya ini adalah teroris yang mengancam WNI yang ada di sana," tegasnya. 
 
Diketahui, sebanyak 16 jenazah korban pembunuhan kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) di Bukit Kabo, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua, dipulangkan ke kampung halaman masing-masing, Jumat (7/12/2018).
 
Seluruh jenazah ini dipulangkan sekitar pukul 15.00 WIT dengan menggunakan pesawat Hercules dari Bandara Mozes Kilangin Timika dengan tujuan Makassar dan Jakarta.
 
Berdasarkan data yang diperoleh, 14 jenazah korban yang merupakan warga asal Toraja, Palu, Kalimantan Timur, dan NTT akan diturunkan di Bandara Sultan Hasanudin Makassar.
 
Kemudian, dua jenazah dengan tujuan Sumatera Utara akan diturunkan di Jakarta lalu berganti pesawat menuju Medan.
 
Diduga masih ada lima korban yang belum ditemukan. Hal itu didapat berdasarkan informasi yang diterima dari korban selamat, yang saat itu melihat ada 19 orang meninggal dunia dan 2 orang melarikan diri, namun keduanya masih juga belum ditemukan.
 
Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Mustofa Kamal mengungkapkan, Kapolda Papua telah memerintahkan untuk mencari seluruh korban teror yang dilakukan oleh KKB di Nduga.
 
“Kapolda berjanji akan mencari kemungkinan masih adanya korban di lokasi kejadian,” ungkap Kamal ketika dihubungi, Jumat (7/12/2018) malam. Sampai saat ini, lanjut Kamal, baru 16 korban meninggal dunia dan 7 korban selamat yang berhasil ditemukan.