BREAKINGNEWS.CO.ID - Spekulasi sosok Kabareskrim Polri yang sempat menyita perhatian publik terjawab sudah. Kapolri Jenderal Pol Idham Azis akhirnya menjatuhkan pilihan kepada Kadiv Propam Polri, Irjen Pol Listyo Sigit Prabowo.
 
Promosi Listyo Sigit menjadi Kabareskrim tertuang dalam Surat Telegram bernomor ST/3229/XII/KEP./2019 tertanggal 6 Desember 2019.
 
Selain Listyio Sigit, ada sejumlah Perwira Tinggi (Pati) di jajaran Kepolisian Republik Indonesia yang juga bergeser. Diantaranya, Komjen Pol Firli Bahuri yang dimutasi sebagai Analis Kebijakan Utama Badan Pemeliharaan Keamanan (Baharkam) Polri.

Firli yang belum genap sebulan menjabat sebagai Kepala Baharkam akan segera dilantik sebagai Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2019-2023 pada 21 Desember 2019.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Argo Yuwono mengatakan, mutasi tersebut dilakukan dalam rangka penyegaran organisasi.

"Sebagai penyegaran dalam organisasi," ujar Argo kepada wartawan, Jumat (6/12/2019).

Jabatan Firli yang kosong akan diisi Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Agus Andrianto sebagai Kabaharkam.

Lalu, jabatan Kapolda Sumut akan diisi oleh Asisten Operasi Kapolri Irjen Pol Martuani Sormin. Jabatan Asisten Operasi Kapolri selanjutnua akan diisi oleh Kapolda Papua Barat Brigjen Pol Herry Rudolf Nahak.

Adapun Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Tornagogo Sihombing diangkat menjadi Kapolda Papua Barat.mengisi kursi Brigjen Pol Herry Rudolf Nahak.

Adapun Karopaminal Divisi Propam Polri Brigjen Ignatius Sigit Widiatmono dipercaya mengisi pos Kadiv Propam Irjen Pol Listyo Sigit Prabowo yang yang ditinggalkan Listyo Sigit. 

Sedangkan Kapolda Daerah Istimewa Yogyakarta Irjen Pol Ahmad Dofiri dimutasi mrnjabat sebagai Aslog Kapolri.
 
Dukung Listyo Sigit
 
Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo mendukung Kadiv Propam Irjen Listyo Sigit Prabowo menjadi Kabareskrim menggantikan Idham Azis yang telah dilantik menjadi Kapolri.

 Walaupun yang bersangkutan relatif masih muda karena lulusan Akpol 1991, bukan berarti mengurangi etos kerja maupun profesionalitasnya dalam memimpin Bareskrim. Rekam jejaknya sebagai ajudan Presiden Joko Widodo (2014-2016), Kapolda Banten (2016-2018), dan Kadiv Propam (2018-sekarang) menunjukan kualitas dirinya sebagai aparat polisi yang handal, dan teruji kualitasnya.

“Penilaian utama untuk menduduki sebuah amanah jabatan adalah rekam jejak yang teruji dan kualitas diri yang mumpuni. Penunjukan Irjen Listyo Sigit Prabowo sebagai Kabareskrim sangat tepat,” ujar Bamsoet di Jakarta, Jumat (6/12/19).

Mantan Ketua DPR RI dan Mantan Ketua Komisi III DPR RI ini menjelaskan, pengisian posisi Kabareskrim pasca ditinggalkan Idham Azis yang hampir sebulan itu sudah tepat. Agar tidak menghambat poses penegakan hukum, penyelidikan, maupun penyidikan yang sedang ditangani Bareskrim.

“Bareskrim kedepan punya tantangan berat. Khususnya dalam meningkatkan profesionalitas SDM penyidik yang didukung teknologi penyidikan yang berkualitas. Sehingga bisa menegakan hukum secara prima baik kepada saksi, ahli, maupun tersangka. Dan terpenting, tidak menjadikan hukum sebagai barang dagangan. Melainkan menjadikan hukum sebagai panglima menegakan kebenaran dan keadilan,” jelas Bamsoet.