BREAKINGNEWS.CO.ID - –Ketua Umum KNPI  (Komite Nasional Pemuda Indonesia) hasil Kongres ke-XV Jakarta Abdul Aziz mensinyalir acara reuni 212 yang baru saja berlangsung sudah tak lagi murni serta melenceng dari cita awalnya. Pengumpulan masa di seputar Monas sejak dini hari Minggu (2/12/2018) itu  menurutnya banyak ditunggangi  kepentingan politik, khususnya dalam kaitan dengan akan dilaksanakannya Pemilihan Presiden dan Pemilihan calon anggota legislative  yang berlangsung serentak pada 17 April tahun  depan.

“Oleh karena itu  saya menghimbau,   agar kekuatan ummat islam  yang menjadi motor gerakan tersebut bisa dikembalikan untuk  kemashlatan dan persatuan ummat,”kata Abdul Aziz di Jakarta, Minggu (2/12/2018).

“Saya sendiri juga merupakan alumni dari gerakan 212,  dan aktif dalam sejumlah demo-demo yang dilakukan saat itu. Namun yang terjadi saat ini tak lagi sama, karena pada saat itu   nafasnya sangat jelas, yaitu menegakkan marwah agama”

Menurutnya, dengan ditunggangi oleh agenda politik dari pihak-pihak tak bertanggungjaawab, ummat Islam yang semula bisa berperan di hampir segala bidang, seolah-olah dipersempit hanya sekedar alat atau kepentingan politik belaka.

Padahal, ummat Islam adalah benteng utama NKRI yang bersatu dalam kebersamaan dan keberagamaan, maka dengan hanyaa dominan di satu sektor, secara langsung punya potensi untuk melemahkan sisi lain kebhinnekaan yang dimiliki Indonesia. “Maka sangat disayangkan jika pembelokan  ke  sekor politik itu yang terjadi, karena yang akan mendapatkan keuntungan bukan masyarakat luas, tapi hanya segelintir politisi.

Meski begitu, Abdul Aziz yang baru terpilih dan akan memimpin KNPI untuk tiga tahun ke depan tetap memberi apresiasi terhadap acara yang dihadiri jutaann ummat tersebut. “Saya memberi apresiasi tinggi karena acara ini berjalan tertib sekaligus menunjukkan tingginya martabat ummat Islam Indonesia,”Hanya saya tetap berharap gerakan ini tidak dipersempit oleh kepentingan politik praktis”, tutupnya.