BREAKINGNEWS.CO.ID - TIdak ada yang bisa mematahkan semangat Alex Asmasoebrata. Baru beberapa hari pulang dari rumah sakit dengan tubuh masih penuh selang, gaya bicara mantan pembalap yang kini jadi pengusaha ini tetap lantang. Bahkan, dengan bangga ia menunjukan hasil operasi.

"Saya itu tidak pernah sakit. Bahkan, sakit yang sekarang ini juga saya tidak tahu. Tidak merasakan apa pun. Cuma orang-orang dekat bilang saya sakit. Karena kuku dan mata saya kuning. Sementara saat ditanya, saya bilang biasa saja. Karena penasaran. Saya pun periksa," kata Alex di kediamannya di kawasan jalan Denpasar, Kuningan, Jakarta, kepadasejumlah wartawan sahabatnya yang datang membesuk.

Alex bercerita, ada saluran yang tersumbat antara kantung empedu dengan lever. " Kalau di dunia otomotif harus disemprot. Di 'tune up'," katanya terkekeh.

Alex boleh santai. Tapi rupanya sakitnya cukup 'gawat'. Harus dioperasi. Bahkan sampai harus dua kali operasi karena operasi pertama gagal. "Saya marah sekali. Kenapa sampai gagal? Saya mau di operasi lagi, tapi hanya mau bayar biaya operasi yang berhasil," cerita Alex

"Biayanya yang luar biasa," tutur Alex, yang dijelang berusia 69 tahun itu. Ia menegaskan, betapa mahalnya biaya berobat di rumah sakit itu.

Di saat kesal, putrinya, Alexandra Asmasoebrata mengirim pesan. "Isinya membuat saya menangis. Rupanya anak saya sayang sekali sama saya," kata Alek.

Rupanya, jika dengan Alexandra, putrinya yang mengikuti jejaknya sebagai pembalap dan sudah memberinya cucu, Alex takluk.

Tapi, soal sakit dan lain hal, Alex tetap keras. Termasuk bagaimana kritiknya terhadap kualitas beras bantuan sosial (Bansos), yang menurutnya ada yang tidak layak.

"Ini dari uang rakyat. Mana mau rakyat makan beras seperti itu. Kasihan Menteri Sosial. Dia orang baik. Malah diperlakukan oleh jajaran dibawahnya seperti itu," kata Alex keras.

Belakangan Alex memang memasok Bansos. Tapi ia mengaku, beras yang ia bagikan merupakan beras premium. Bahkan ia memperlihatkan contoh beras yang ia bagikan, dengan beras Bansos lain. "Coba bandingkan sendiri kualitasnya?," kata Alex.

"Kasihan rakyat. Sekarang lagi susah," lanjutnya sambil berdiri memegang selang atau kateter yang masih menempel di perutnya.

Soal sakit ini, rupanya Alex cukup bijak. Bahkan santai saja. "Mungkin ada sebagian rejeki orang lain yang belum saya bagikan. Jadinya seperti ini," katanya santai.

Memang, 10 tahun belakangan ini Alex mengaku sudah berubah. Waktunya banyak diisi dengan sholat. Sholat tahajud pun tidak pernah tinggal. Sang pembalap yang garang di masa mudanya ini, kini lebih relijius.

Cepat sembuh om Alex.