BREAKINGNEWS.CO.ID - Ternyata program Pawai Obor Api Asian Games III dengan tagline Gelorakan Semangat Peduli Disabilitas yang diluncurkan Panitia Pelaksana Indonesia Asian Para Games (INAPGOC) berbuah manis.

Kedatangan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy yang menjadi pembawa pawai Obor Api Asian Para Games III di Medan, Sumatera Utara, Minggu (23/9/2018), membawa kabar gembira. Dia mengumumkan adanya pembentukan direktorat khusus disabilitas di Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

"Ya, pemerintah akan memperhatikan masalah pendidikan kaum disabilitas. Dan, Kemendikbud telah membentuk Direktorat Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus," kata Muhadjir Effendy kepada wartawan usai mengalungkan medali kepada peserta pawai obor api Asian Games III di Lapangan Benteng, Medan.

Menurut Muhadjir, drektorat baru yang bakal mengurusi murid difabel bakal dibentuk tahun ini. Bahkan, dia menyebut cabang olahraga yang dipertandingkan pada. Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) akan diperbanyak. "Dalam O2SN tahun ini sudah ada cabang olahraga khusus untuk disabilitas, tetapi belum banyak. Saya berharap tahun depan cabang olahraga di O2SN dapat diperbanyak," katanya.

Selama ini, katanya, bidang yang mengurusi murid disabilitas masih numpang di direktorat lain. Pembentukan direktorat khusus itu dengan tujuan agar lebih fokus. "Ini sesuai dengan amanat Pak Presiden, agar kita dapat lebih memperhatikan siswa-siswi yang memiliki keterbatasan agar mendapatkan pelayanan dan sarana yang setara dan baik," kata dia.

Selain itu penambahan fasilitas di sekolah untuk para siswa yang harus dilayani secara khusus juga bakal dilakukan. Hal ini agar para murid kebutuhan khusus mendapatkan fasilitas yang setara sebagaimana murid pada umumnya.

Di sisi lain, pada pawai obor Asian Para Games 2018 di Medan, Muhadjir Effendy ditemani oleh Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, Sesmenpora Gatot S Dewabroto, Kapolda Brigjen Pol Mardiaz Kusin, Pangdam Bukit Barisan Mayjen M Sabrar Fadhilah, Walikota Medan, Tengku Dzulmi Eldin, dan Duta Disabilitas PBB, Sikdam Hasim Gayo.