BREAKINGNEWS.CO.ID – Pemerintah berencana mengkaji ulang penerapan bagasi berbayar untuk penerbangan dengan  biaya murah jalur domestik. Selama masa kajian tersebut, maskapaia diminta untuk  menunda pemberlakuan aturan yang telah diterapkan sejak beberapa waktu lalu oleh sejumlah operator.

“Kami tengah melakukan evaluasi peraturan itu yang nantinya akan dibahas oleh sejumlah tim,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara  Kementerian Perhubungan Polana B Pramesti di Jakarta, Jumat (1/2/2019).

Tim  ahli dan pemangku kepentingan itu antara  lain terdiri dari   Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia dan Komisi Pengawas Persaingan Usaha agar terdapat sejumlah penyesuaian.

“Karena masih dalam masa uji, maka pihaknya secara langsung telah meminta maskapai plat merah, dalam hal ini Citilink untuk menundanya.

Adapun kepada   Lion Air dan Wings yang berada dalam satu manajemen dan telah menjalankan kebijakan tersebut diizinkan tetap melanjutkan, namun diseiringkan dengan evaluasi saat penerapan, khususnya dalam hal sosialisasi pembelian  bagasi prabayar. “Kepada mereka berdua juga ada penyesuaian,”katanya.

Karena masih dalam tahap perencanaan, maka  batas waktu untuk merampungkan kajian tersebut belum bisa ditentukan. “Yang pasti ini masih dalam proses,”jelasnya lagi.

 Nantinya, hasil kajian menetapkan perlu tidaknya pengaturan tariff bagasi secara khusus, serta aturan yang ada itu   apakah akan berwujud Permen alias Peraturan Menteri.  "Bentuknya kami belum tahu karena aspek legalitas kami bicarakan dengan biro hukum," katanya.

Pembicaraan dalam aspek hukum itu dilakukan oleh Kemenhub karena soal tariff bagasi ini pemerintah tidak ikut campur. Masalah ini sepenuhnya diserahkan kepada mekanisme pasar. “Kami meminta masukan berbagai pihak, meskipun secara internasional tidak ada aturannya,”kata Kepala Sub Direktorat Sistem Informasi dan Layanan Angkutan Udara Kemenhub Putu Eka  Cahyadi.

Karena ketiadaan itu, pihaknya berencana akan menggelar FGG (focus group discussion) untuk mengkaji perlu tidaknya peraturan tariff bagasi tersebut. "Dari internasional, tarif penumpang juga tidak diatur tapi karena kebutuhan, kita atur. Kami mempertimbangkan hal yang sama, tarif bagasi ini masih dikaji dalam tahap kajian pembentukan regulasi," katanya.