JAKARTA - Pihak kepolisian akan menggelar rekonstruksi kasus penyelundupan 1 ton sabu, Kamis (3/8) besok. Rekonstruksi itu dijalankan untuk meyakinkan kalau permufakatan penyelundupan narkoba itu dilakukan di Jakarta.

"Iya besok rekonstruksi, kita lakukan rekonstruksi yang di Jakarta dulu. Intinya kita mau membuktikan bahwa permufakatan ini terjadi di Jakarta," terang Direktur Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol Nico Afinta, Rabu (2/8/2017).

Rekonstruksi digelar jam 10. 00 WIB, Kamis (3/8) besok, diawali dari kehadiran tiga tersangka penerima barang yaitu Chen Wei Cyuan, Liao Guan Yu serta Hsu Yung Li. Ketiga tersangka juga akan didatangkan dalam proses rekonstruksi itu dengan pendampingan pengacaranya.

Tidak hanya di Bandara Soekarno-Hatta, rekonstruksi akan di gelar di beberapa hotel sampai rumah yang disewa oleh beberapa tersangka. " Dari bandara, nanti ke Swiss-Belhotel Cengkareng, Favehotel Puri Kembangan, Hitel Mustika di Gajah Mada dan rumah di Duta Garden, Cengkareng, " sambungnya.

Rekonstruksi ini dipimpin oleh AKBP Bambang S Yudhantara, Kompol Putu Kholis Aryana dan AKP Rosana Labobar. Reka ulang ini akan dikawal oleh sekitar 20 personel polisi.

Seperti diketahui, tim gabungan Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya serta Polresta Depok dipimpin oleh Kombes Pol Nico Afinta serta Kombes Pol Herry Heryawan menggagalkan usaha penyelundupan 1 ton sabu di Pantai Anyer, Serang, Banten, pada Kamis (13/7) lalu . Dalam usaha ini, polisi menembak mati satu tersangka bernama Lin Ming Hui lantaran melawan petugas selagi disergap di dermaga eks Hotel Mandalika.

Beberapa hari setelah menangkap tersangka penerima barang, tim dibantu Polda Kepri dan Bea Cukai Batam berhasil menangkap Kapal Wanderlust yang mengirimkan barang itu. Dari keterangan 5 kru kapal WN Taiwan, didapati barang dinaikan ke atas kapal di perairan Myanmar.